Tag Archives: kereta

Pramekers: From Train to Bus

Yeaaayyyy……alhamdulillahhh… Setelah sebulan tarik-ulur, maju-mundur, bolak-balik ngumpulin data anggota. Akhirnya bis Pramekers jalan juga. Yipiiieeeeee….

Sempat iri sama temen-temen Pramekers Jogja-Solo, sudah bisa naik bis rombongan. Naik bis Damri yang kayaknya nyamannnnn bangetttt. Bisa masuk kota. Dua kali trayek lagi. Ihhh….bikin mupeng aja. Lha kok Pramekers Solo-Jogja masih belum jalan juga…hiks hiks… Sebagian masih bertahan dengan Jeung Sriwedari yang jual mahal ituh *gemesss…gigit gigit roda kereta* Sebagian bertahan dengan bis umum yang tentunya jalan sendiri-sendiri. Kebersamaannn… mana kebersamaan??? Manaa??? Sempat putus asa juga, bisa kompak ga yah kita *liatin ujan…setel lagu kemesraan*

Saya yang ga ikutan riwueh ngurusin ini itu aja udah kendor semangatnya. Apalagi yang ngurusin yaaa. Alhamdulillah temen-temen yang sudah mau sukarela ngurusin tetap semangat. Tetap menghubungi satu-satu. Lobi sana sini. Pasang muka badak. Pokoknya bis Pramekers harus jalan!!!! Hebat banget deh mereka. Dan usaha mereka berhasil dooonnnggg….Yeayyyy. Ya belum 100% bisa jalan sesuai rencana, tapi ini udah lebih dari menyenangkan. Makasi buat mba hera, mba ulfa, bu susi yang udah mau repot repot *ketjup satu satu*. Eh, perempuan semua ya. Emang wanita wanita hebattt. Dan inilah bis kitaaaa 😀

Bis kitaaaa....nyamannnnn

Bis kitaaaa….nyamannnnn

Bisnya kecil. Model bis kota yang isinya 25, kalau ga salah hitung yaa. Interior dalamnya nyaman. Kursi empuk. Lumayan lega, apalagi kalo di belakang supir. Bisa selonjoraann. Ni kursi ga ada yang mau nempatin. Kecuali saya tentunya…hihihi… Mungkin serem ya liat bisnya manuver, salip sana sini. Full music juga, koleksi lagunya pak supir kumplit plit. ACnya duingiinn banget, lebih sering ditutup jadinya. Kalau sore ada camilan buat ganjel perut yang suka cerewet. Mana tiap sore hujan terus, jadi makin kenceng cerewetnya nih perut. Bawaannya laperrr…

Di dalam....super dinginnnn

Di dalam….super dinginnnn

 

the-fat-guy-with-no-money  on the bus....now u have big smile...qiqiqi

the-fat-guy-with-no-money on the bus….now u have big smile…qiqiqi

 

Sayangnya masa uji coba yang 3 hari bakal habis hari ini. Untuk sementara balik ke moda transportasi masing-masing. Mudah-mudahan Januari bisa jalan lagi. Dan makin rameee… AMIIIINNNNNNN. Iya, ini masih uji coba. Kira-kira menghabiskan waktu berapa jam untuk berangkat dan pulang. Rute yang paling cepet, ga macet lewat mana. Itu yah Jogja, jam berangkat dan pulang kantor kok ya padat dimana-mana…fuiiihhh. Untuk jalan dari Lempuyangan sampai fly-over Janti butuh waktu 30 menit.

Selama masa uji coba penuh ga? Ya ga penuh, setengahnya aja. Lha, jadi mahal dong ya tarifnya?? GAAAA…. Alhamdulillah ada donatur yang baeeekk banget. Ada Pak Bowo dan Pak Harjo yang mau menyumbang lebih. Mereka ini sesepuhnya Pramex. Hebat deh bapak-bapak ini. Secara materi kurang apa coba ya. Buat naik Sriwedari mah kecillll. Tapi mereka mau lho berpartisipasi LEBIH untuk komunitas. Padahal sorenya mereka ga ikutan pulang bareng. Luar biasa. Makasi ya paaakkkk… Malu deh sama bapak-bapak ini. Perhatian mereka sama Pramex ini ngalahin kita yang muda-muda.
Our Mission

Jadi, boyongan ke bis rombongan ini bukan semata-mata cari moda yang lebih murah. Ga yaaa… Nilai yang kita keluarkan memang lebih kecil tapi risiko perjalanan sebandinglah. Waktu tempuh jadi lebih lama dibanding naik kereta. Misi kita ini sebaga bentuk protes sama KAI Daops 6 yang belum bisa menyediakan transportasi massal yang murah, jumlah trayek lebih banyak, dan tepat waktu. Terutama tarif yang sangat-sangat mahal. Meski pihak KAI berdalih kereta pake AC jadinya lebih mahal. Dilihat dari sisi mana pun, kebijakan KAI Daops 6 saat ini tidak berpihak ke masyarakat. Saya pernah curcol disini juga ya.

Nah, aksi kita ini ga bakal sukses kalau tidak dapat dukungan dari pengguna Prameks sendiri. Terutama yang komuter. Memang sih, kita akan lebih capek, kita akan berangkat lebih pagi pulang lebih malam, risiko telat sampai kantor, dan banyak pengorbanan lainnya. Tapi itu harga yang harus kita bayar supaya misi kita berhasil. Saya suka gemes kalau dengar sebagian mengatakan “ah, nyampenya bareng ama Sriwedari, kirain lebih cepet”.  Hallowwwww…..tujuan kita bukan ituuu… Dikira naik bis bisa satu jam apah?? Dikira Jogja ga padat apah??? Dikira hujan ga memperlambat kecepatan apah?? *jadi esmosi…sabar sabarrrr*.  Jika belum bisa bersatu, cobalah untuk sedikit berempati. Tunjukkan kalau kita peduli. Tunjukkan kalau kita bisa. Tunjukkan kalau kita satu! Solid! Kompak!!! Solidaritas kita bukan masa lalu yang sering saya dengar dari teman-teman komuter. Tapi masih ada hingga saat ini. Saat dimana kita benar-benar harus menunujukkannya. Saat ini !!!  Semoga pengorbanan kita, usaha kita, membuahkan hasil. Pramex tertjintahh kembali beroperasi seperti sedia kala. Tolong dukung ya temansss *big huge for all of you*

 

Advertisements

Dear My Yellow and Pinky Pramex

Yup. Hari ini tepat satu bulan hungan cinta kasih sama Pramex aka Prambanan Express renggang. Dan kemarin, sudah diputuskan. Talak. Talak. Tidak sampai 3 kali talak. Masih berharap Pramex pulih seperti masa-masa romantis.

Tahun ini sudah 4 tahun jadi pelanggan setia Pramex. Untuk urusan transportasi pergi-pulang Solo-Jogja sangat membantu. Tarifnya lumayan murah, jam keberangkatan jelas *yah..telat telat dikit dimaklumi*, perjalanan 2 jam dengan bis cuman butuh waktu 1 jam, nyaman, ga bikin capek. Selama 4 tahun mengalami manis, pahit, geli, sebelnya bareng Pramex. Apalagi teman-teman komunitas juga banyak. Sudah kayak saudara walaupun gak tahu nama, cuman tahu wajahnya aja…hehehe… Ada kumpul bareng halal bi halal. Pakai door prize handphone ama magic com lagi Keren ya…qiqiqi.  Hubungan dengan pihak manajemen juga baik. Masih mengalami tarif Kartu Trayek Berlangganan (KTB). Kalau pakai KTB, diskonnya bisa 50ribu sendiri untuk perjalanan 1 bulan PP, bayar dimuka. Membantu banget. Kalau keretanya mogok, diganti dengan kereta K3 alias kereta ekonomi yang lagi nganggur. Yang didalamnya bau apek, berdebu, rebutan kursi sama kecoak dan kutu. Tapi kita terima, yang penting perjalanan kereta lancar. Kenal baik dengan mas-mba Prestis yang jualan di kereta. Numpang baca koran gratis. Ngalamin masa-masa evolusi duduk juga. Dari berdiri, lesehan, sampai punya kursi lipat sendiri.

Sempat terkunci di dalam kereta yang mogok lebih dari 30 menit, kehabisan napas. Jadi keretanya mogok, mesinnya ga mau jalan. Otomatis pintu hidroliknya ga bisa dibuka. Padahal dalam kondisi semua penumpang sudah di dalam kereta, siap berangkat. Bengek deh di dalam kereta. Yang bapak-bapak berusaha dorong pintu supaya udara bisa masuk. Gagal. Alhamdulillah cuman 30 menit *indo banget ya, masih ada untungnya…qiqiqi* 

Yang namanya terdampar di stasiun sampai di tengah sawah pas malam gelap gulita pun pernah. Kereta mogok gok, ga mo bergerak barang sesenti pun. Coba ya bisa didorong kek mobil, ku bantuin dorong deh :D. Ngapain dong di tengah sawah gelap-gelapan. Bengong. Ngomel-ngomel sama petugasnya ya percuma. Bengong sambil nunggu bala bantuan datang. Dan yang namanya pindah kereta di tengah sawah itu susahnya bukan main. Pintunya tinggi boookkk. Berkali-kali mogok di tengah jalan, saya pilih ga keluar dari kereta sepanas apa pun. Kalau sudah turun susah naiknya. Mending di atas aja, kalau pindah tinggal loncat. Dan segala kenangan bersama Pramex harus berakhir mengenaskan. Kecewa lahir batin :((.

Berawal dari penghapusan KTB. Kenaikan tarif berkali-kali dalam jangka waktu yang pendek. Penghapusan beberapa jadwal. Janji-janji KAI kalau jadwal akan kembali normal. Nyatanya selama 3 bulan konsumen dibohongi dengan pengumuman yang diulur-ulur. Sampai akhirnya musibah Pramex terguling. Jadwal dihapus semua tinggal 3 kali pemberangkatan. Deep in my heart, sedih Pramex terguling. Apalagi banyak teman-teman yang jadi korban. Dan sepertinya tidak memperoleh kompensasi apa pun. Ga ada seorang pun mengharapkan kejadian itu kan ya. Namanya juga musibah.

Sayangnya, pihak manajemen KAI menyikapinya dengan kebijakan yang aneh. Sangat-sangat merugikan konsumen yang sebagian besar adalah pelanggan loyal belasan tahun. Dan dari tangan mereka lah, Pramex bisa ramai peminat seperti sekarang. Jadwal Pramex yang dihapus justru saat jam pulang-pergi pegawai yang nglaju. Konsumen setia Pramex!! Dan sebagai gantinya, manajemen menggunakan KRDE AC yang tarifnya jauh lebih mahal. 20.000 sekali jalan. Astaga!!! Di jakarta pun yang AC ga sampai 10ribu deh. Dan yang bikin sakit hati adalah kereta pengganti itu adalah kereta trayek lain (Maguwo Express) yang tidak ada peminatnya alias sepi pi pi. Dengan kata lain, manajemen membebankan biaya operasional KRDE AC ke pelanggan Pramex. Arrrggghhhh!!!

Beberapa kali saya dan teman-teman menanyakan kebijakan yang aneh ini. Mengeluhkan pelayanan dan kebijakan yang sama sekali ga memihak konsumen. Sangat kelihatan kebijakan sekarang lebih profit oriented. Sebagai perusahaan negara, monopoli lagi, seharusnya kebijakan itu memihak rakyat kannn. Alasan pengadaan AC di kereta menambah biaya operasional sangat tidak masuk akal. Tidak ada subsidi lagi katanya.

Sebagai orang awam saya melihatnya simpel aja. Masyarakat butuh transportasi massal yang murah dan nyaman. Jadi desainlah kereta api yang sesuai untuk itu. AC bukan prioritas. Toh perjalanan hanya 1 jam ini dan tidak melewati gurun sahara. Tidakkah manajemen menyadari kebijakan itu sangat memaksa konsumen. Menyebabkan jalur Solo-Jogja semakin macet karena memilih transportasi bis,mobil probadi, bahkan motor. Yang artinya makin banyak polusi. Saking kecewanya dengan pihak manajemen saya sempat ngobrol dengan petugas KAI sampai berkaca-kaca. Dan segera balik badan, sebelum tumpah beneran. Ya, saya tahu. Bicara dengan beliau tidak akan menyelesaikan apa pun karena bukan pengambil kebijakan. Sayangnya pihak manajemen entah dimana. Kasian petugas peron, kondektur, kepala stasiun kena hujan pertanyaan dan komplain konsumen. Padahal mereka tidak tahu apa-apa, hanya menjalankan perintah.

Sempat baca di Solopos, akan ada pengadaan 200 gerbong kereta Pramex dari Kemenhub. Semoga benar tereliasasi. Dan benar-benar ditujukan untuk kepentingan transportasi massal yang murah, aman, tepat waktu. Agar tidak jatuh talak 3.  Sungguh remuk badan naik bis bolak balik. Sungguh ku masih mencintai dan menantimu my Dear Pramex.

Foto-foto kenangan bersama Pramex. Miss you dear

mogok di stasiun maguwo, baruuu aja lepas dari lempuyangan

pindah kereta…ooouucchh…tingginya pintu kereta

maaakk….kita jadi naik kereta ga??

i’m fat guy with no money and lost in train…hehehe…nasib mu deeekk

saya ini pelajar, saya sempat-sempatin belajar di pramex, demi bapak-ibu. lha kalu sekarang jadi 20rb, trus gimana saya?? :((

Pasrah….mogok di tengah sawah with no light

Pramex Reschedule

Beberapa minggu ini, suasana di Pramex ga nyaman. Kasak kusuk. Awalnya cuman bisik bisik, lanjut komen komen, akhirnya jadi ngomel ngomel. Hawanya jadi panas. Padahal lagi musim bedinding….dingiiiiiinnn. Sebabnya….ada isu ga enak menjelang Ramadhan. Yup, jadwal Pramex akan berubah. Lebih tepatnya, ada jadwal yang dihilangkan selama beberapa waktu. Tepatnya lagi, selama Ramadhan ada 4 jadwal penting Pramex yang ditiadakan. Dan jadwal yang dihilangkan itu adalaaaahhh….jadwal jam berangkat dan pulang ngantor!!!! Dimana, 2 dari jadwal itu, Pramex penuhnya jangan ditanya!!! Jadwal paginya jam 06.30 untuk tujuan Solo-Jogja dan 05.15 tujuan Jogja-Solo.  Jadwal sorenya jam 17.30 untuk tujuan Jogja-Solo dan  19.35 untuk tujuan Jogja-Solo!!! Ga bener deh ni isu.

Siapa pun yang nyebarin isu. Biasanya 99% bener. Pasti kejadian. Dan emang bener. Sudah ada beritanya di Solopos. Walau bilangnya hanya selama Ramadhan, kita ga pernah percaya dong. KAI serba ga jelas kasih informasi dan sering ga nepatin janji. Seperti informasi berbulan-bulan yang lalu. Ada  2 jadwal yang ditiadakan selama 3 bulan dengan alasan lagi maintenance keretanya. Nyatanya, dah lebih dari 3 bulan tuh jadwal ga diadakan lagi. Dan kita ga 100% percaya dong, mereka bilang ditiadakan hanya selama Ramadhan. Continue reading

Kursi Pengingat, Kalo Kamu Tuh Emang …

*berhubung koneksi gigir biru bermasalah, potonya ntar-ntar aja*

Senin, selasa, kamis, jumat adalah hari-hari tanpa tempat duduk resmi di kereta Prameks. Makin banyak aja yang menggunakan jasa Prameks Yogya-Solo, PP. Kompetisi dapetin kursi makin ketat. Kalo udah rame gitu yang bergerombol depan pintu, saya pilih melipir. Naik belakangan. Males banget berdesak-desakan. Mau duluan naik atau belakang, sama-sama ga dapet kursi resmi.

Alhamdulillah, setahun ini saya dapat “kursi” terus. Karena tiap hari emang bawa kursi sendiri. ***Tega bener ya KAI, ampe penumpang bawa kursi sendiri-sendiri***. Kursinya imut aja. Model lipat 3, jadi bisa masuk dalam tas. Ada banyak model kursi lipat yang dibawa teman-teman komuter. Dari kursi mancing yang gede banget, kursi pake sandaran ala sutradara, kursi yang kalo dilipat seperti tangkai payung, ampe kursi lipat anak-anak yang warna-warni. Yang saya punya kursi lipat 3. Jadi favorit teman-teman komuter. Sampai susah nyarinya karena stok habis di pasaran ***gosok-gosok tangan, peluang bisnis….hehehe***.

Waktu pertama kali pake, agak sangsi. Kuat ga ni kursi nyangga beban segede gaban gini. Pas liat bapak-bapak yang jauh lebih gaban, cuek aja make, plus aman terkendali damai sejahtera ngorok di kursi. Baru deh percaya, saya ga bakal kenapa-kenapa. Wong lebih kurusan dari si bapak itu…hehehehe…. Tapi ternyata saya terlalu optimisssss

Mur udah berkali-kali longgar, masih bisa dikencengin. Udah berkali-kali, ngejeblak….nyengir aja diketawain. Akhirnya tuh mur lepas…dan menghilang tanpa pesan di saat-saat genting. Kok ya menghilang pas kereta lagi penuh-penuhnya. Lesehan pun kegencet. Si Sya cuman ngakak aja dapat live report  gitu

“Kursinya berontak tuuu…keabotan…wkwkwkwk”

Lihat sisi positifnya aja. Ni kursi bisa jadi jalan ke babe… Sebenernya bisa ngebenerin sendiri. Tapi pura-pura ga bisa aja…qiqiqi… Ama babe dicariin mur baut, ga nemu mur baut yang emang jodohnya ***halahhhh*** Saya nyantai aja nyari di boks perkakas aksesoris yang pastinya ga ada mur baut. Kurang kerjaan banget biar kelihatan ikut bantuin….hehehe… Iseng-iseng nyari di laci mesin jahit. Ada tuh mur-baut yang emang jodohnya, tapi geudeee banget, mencolok banget klo dipasang. Secara estetika ga indah, yang penting fungsional…hehehe…

“Gede banget nih, gpp?”

“Gpp babe ku sayaaaannnngggg, yang penting ni kursi bisa dipake”

“Ya udah…”

Traraaaaa…kursi lipat dah bener. Dah bisa dipake lagi. Tapi tadi pagi, dapet kursi resmi. Jadi belum ada yang komentar macem-macem. Ahhh…..cuek aja.

KA Madiun Jaya, kereta full music

Setelah Joglosemar alias Banyubiru merasakan kalah saing sama dedengkotnya -Pramex- dan kondisi rel yang terkena rob…. Si Joglosemar tidak bisa lagi diandalkan.

Sekarang saya agak malas naik Pramex jam 06.55. Liburan anak sekolah bikin angkot malas beroperasi. Jadilah saya telat terus sampai stasiun. Mudah-mudahan, pekan depan angkot pulih seperti semula. Ga enak juga telat ngantor terus. Biasanya, kalau telat saya numpang KA. Lodaya tujuan Solo-Bandung. Berangkatnya pukul 08.30, yang berarti saya telat 2 jam ke kantor. Sebenarnya bisa naik Joglosemar aka Banyubiru yang menurut jadwal berangkat ke Yogya pkl 07.25. Tapi kereta yang satu ini benar-benar tidak bisa diharapkan. Telat bisa sampai 1 jam lebih. Atau, kalau sudah duduk manis di dalam kereta, tiba-tiba kepala stasiun cuap-cuap lewat pengeras suara yang sember “Sorry…sorry…Joglosemar ga berangkat ke Yogya nih. Penumpang turun aja ye. Naek Prame jam 9 aja… Gitu. Sorry banget deh”   (ini versi saya.. :P). ..duh males banget. Tidak jelas kenapa si Joglo malas jalan, mungkin karena “rob” di Semarang agak mengurang performa-nya. Yang jelas sekarang jadwalnya berubah jadi jam 09.25 dari Staisun Balapan.

Nah bulan Juli ini ada trayek baru Madiun-Solo-Yogya. Nama keretanya Madiun Jaya. Warna badan dan tipenya persis Si Joglo. Bedanya, kursinya hadap-hadapan dengan bantalan sofa (empuk… :P).Dan full musiccccccccccc….. hahaha baru sekali ini kereta ada musiknya, kayak bis kota aja. Asyik juga. Suaranya cukup jernih dan jelas, bisa ngimbangi tuuuut-tuuuuuuut-nya kereta :D.

Trayek si ManJa 3 kali sehari. Jadi berpikir, Solo-Madiun berapa jam ya…boleh tuh sekali-sekali ke sana naik kereta. Berangkat dari Stasiun Purwosari (ke Yogya) pukul 07.25. Sampai di Yogya kira-kira pukul 08.15. Klaten dan Maguwo berhenti. Kalau trayek ke Madiunnya saya belum tahu. Paling tidak ada pilihan kereta Yogya-Solo selain Pramex yang mulai menurun performanya.