Tag Archives: inspiration

First Greeting From Latvia

Apa yang bikin kamu hepi setelah seharian bad mood di kantor. Macet di jalan gara-gara kampanye. Bisnya penuh. Di saat berjuang untuk tidur di bis ada yang sukses menempelkan kepalanya di bahu lalu ngorok….ugh… Sampai rumah sudah malam. Apanya apa dong? Jeng…jeng…semangkuk gulai pakis dengan potongan lontong empuk!!! Mudah banget disuap dengan makanan….hihihi… Yang bener adalah…kartu pos!!!

Akhirnya setelah nyaris sebulan fakir kartu pos datang juga yang dinanti. Dan yang membuat hati ini berbunga-bunga dengan senyum merekah adalah asalnya….Latvia!! Yeaayyy…kartu pos pertama dari Latvia. Negara di kawasan Laut Baltik ini pernah dikokohkan sebagai destinasi wisata terbaik tahun 2013 menurut Tripadvisor.com. Ibu kotanya, Riga, malah dijadikan situs warisan dunia UNESCO. Mungkin karena banyak banget bangunan tua di sana. Salah satunya Riga Luther’s Evangelical Lutheran Church yang dibangun tahun 1891. Arsitektur bersejarah adalah salah satu wishlist saya di forum Postcrossing. Demennya sama yang jadul-jadul :D.

First postcard from Latvia,  a beautiful Evangelical Lutheran Church (1891)

First postcard from Latvia, a beautiful Evangelical Lutheran Church (1891)

Gimana dengan prangkonya? Ada 2 prangko. Paling suka dengan prangko edisi Ziema Paralympic. Seri lama sih, tahun 2002. Di tahun 2002, memang ada kejuaraan paralimpik di Salt Lake (Utah, USA). Tidak paham juga kenapa Latvia buat prangko seri paralimpik yang venue-nya tidak di negara sendiri. Hipotesis saya *halah hipotesis :D* karena paralimpik bukan kejuaraan nirlaba jadi mereka ikut berpartisipasi dengan jualan prangko :D. Paralimpik sendiri semacam olimpiade yang diikuti oleh teman-teman difabel. Tujuannya bukan buat kompetisi tapi membangkitkan semangat walaupun memiliki keterbatasan fisik. Dan supaya siapa pun tidak memandang sebelah mata. Malahan di official websitenya ada tag “believe yourself”. Kalau diperhatikan di prangkonya itu si atlet tidak jongkok di kaki lho, tapi di alat bantu khusus. Jadi masih bisa ber-skiing ria. Jadi terharu :’).2014-04-02 08.26.40Thanks Viktor for this beautiful postcard and stamp. This is my first postcard from Latvia.ย You didn’t write much here, but the picture of postcard and the stamp say much more. I’m so grateful. Thank you very much ๐Ÿ˜€

 

Advertisements

Gerombolan Si Beratthhh

Susah senang…paling asyik dihadapin bareng temen :D. Seperti bapak-bapak di kartu pos ini, biarpun muka coreng moreng tetap dong ya senyum lebarrrrr. Kartu ini saya dapat dari sahabat sejak kuliah. Dua orang sekaligus (eh kenapa sih kirimnya cuman satu??? kan kalian berduaaaaaa…ini kode lhoooo…KODE :D). Yang satu lagi ikut suami, yang satu lagi short course, dan kebetulan mereka lagi jalan bareng. Gambarnya pas banget, jadi ngingetin gerombolan si berat jaman kuliah yang lebih sering bikin rusuh daripada bikin kedamaian di dunia…qiqiqi. Apa pun impian kalian, semoga terwujud yaaaa. Jaga kesehatan. Segera deh diimpor cimol ke Jerman, siap-siap aja buka lapak disana :D.ย Makasi Aisss…Syaaa…ditunggu kiriman selanjutnya

Eh, jadi si bapak gemukย en kumisanย ini mirip Mario Bross ga sih???

sya ais germany

Ada Apa Dengan Russiaaaa???

Ya!!! Ada dengan Russia Federation??? Argggggghhhhhh… Klik pertama dapat alamat random, Rusia. Oke, baiklah. Klik kedua, Rusia lagi. Lagi?? Klik ketiga, lagi-lagi Rusia. Astagaaa!!! Istirahat sehari, besok klik lagi, dapat alamat random Rusia lagi!!! Grrrrrrrr. Terakhir. Klik lagi. Rusia!!! YF@((TB@FIUY(@F^(@. Ada apa denganmu Rusiaaaaa? Kartu pos kemarin tiga ke Rusia dan dua diantaranya tidak jelas nasibnya. Sekarang ke Rusia lagi. Sigh T,T… Risiko random, suka tidak suka data yang keluar ya itu. Mau tidak dikirim rasanya kok ga enak. Harus menunggu sampai batas expired habis yang berarti mailbox saya bakalan kering kerontang.ย Baiklaaaa…supaya semangat kirim kartu ย posnya, mari jalan-jalan ke Rusia ๐Ÿ˜€

For centuries the world has wondered what to believe aboutย Russia. The country has been reported variously as a land of unbelievable riches and indescribable poverty, cruel tyrants and great minds, generous hospitality and meddlesome bureaucracy, beautiful ballets and industrial monstrosities, pious faith and unbridled hedonism. These eternal Russian truths coexist in equally diverse landscapes of icy tundra and sun-kissed beaches, dense silver birch and fir forests and deep and mysterious lakes, snow-capped mountains and swaying grasslands โ€“ those famous steppes. Factor in ancient fortresses, luxurious palaces, swirly spired churches and lost-in-time wooden villages and youโ€™ll begin to see why Russia is simply amazing. (from Lonelyplanet)
Fotor0110120441

Ternyata negara ironis. Dua keping mata uang yang saling membelakangi. Tapi negara mana sih yang tidak. Sentuhan pertama kali dengan Rusia adalah saat membuat papercraft Saint Basil’s Cathedral. Project yang tidak pernah kelar karena…astaga…banyak banget komponennya. Keriting jari jemari dibuatnya. Rusia adalah negara terbesar di dunia (bukan Cina ternyata) dengan jumlah penduduk terbanyak ke tujuh (pasti tidak sepadat Cina, India, dan Indonesia yang mau berdiri aja susah ๐Ÿ™‚ ). Boris Yeltsin, Kremlin, Vladimir Putin, Moskwa adalah sedikit kata yang mampu memicu ingatan tentang Rusia.ย Berdiri di dua benua, Eropa dan Asia. Bisa dipastikan, negara ini kaya akan sejarah peradaban dan budaya. Tapi juga kemelut konflik bersaudara yang tidak berkesudahan. Sebagai negara federasi, Rusia memiliki struktur administrasi pemerintahan (yang menurut saya) njlimet alias ribet. Ada republik, provinsi, wilayah, daerah otonom. Salut pada penyelenggara negaranya yang bisa sukses mengatur dengan baik tanpa menimbulkan konflik internal.

Fakta yang menarik tentang Rusia adalah, mereka sangat memperhatikan sektor pendidikan. Tingkat kecerdasan penduduknya sangat tinggi. Ada lebih dari 2000 perpustakaan (salah satunya nomor 2 terbesar di dunia) dan lebih dari 600 universitas. Akses pendidikan mencapai daerah pelosok dan ini sudah berlangsung sejak masih bernama Uni Soviet. Negara-negara pecahannya (kecuali Afghanistan sepertinya) memiliki akses pendidikan hingga universitas walau setelahnya lebih banyak yang menganggur. Tapi yang jelas, mereka cerdas-cerdas.

Lemonosov Moscow State University. Ini beneran universitas???? Kucek kucek mata

Kalau ke Russia enaknya kemana ya?? Hehehe…bagaimana kalau dimulai dari The State Historical Museum. Bangunan berwarna merah seperti di negeri dongeng ini pasti punya jutaan cerita masa lalu yang bisa dikisahkan :). Kemudian ke Saint’s Basil, Kremlin, dan St. Petersburgh, tetenger yang wajib dikunjungi untuk bernarsis ria…I’ve been hereeee…hahaha. Lanjut menjelajah Russia dengan Trans Siberian (siapin kocek dalem-dalem). Mungkin nanti bisa mampir ke Kizhi Island (open-air museum). Trekking ke Danau Baltik. Mlipir ke Mount Elbrus. Waaa…banyak banget tempat yang bisa dikunjungi dari negara terbesar di dunia ini :D.ย Dan bagi saya, Rusia adalah…Leo Tolstoy :D. Suka sekali dengan karya-karya Tolstoy.ย How Much Land Does Man Need?,ย  Ana Karenina,ย The Death of Ivan Ilyich.

Baiklah, teman-teman postcrosser Rusia yang terandom :D, tunggu kartu pos dari saya yaaaa ๐Ÿ˜€

Gambar dicomot kemudian dicollage. Ambil dariย http://www.touropia.com/tourist-attractions-in-russia/ย danย http://www.lonelyplanet.com/russia/moscow/images

Sebuah Safarnama Milik Agustinus

Whoaaaa…sudah berganti tahun ternyata ya. How time flies so fast. Sudah dapat report tahunan juga dari WordPress. Dan hasilnya….postingan tahun 2013 tidak banyak. Jadi apa gunanya kemarin pasang banner “I’m Part of Post a Week”??? Hehhh??? Baiklah, supaya tahun ini lebih bersemangat, bagaimana jika saya ulas sebuah buku favorit tahun 2013 yang dibeli di penghujung akhir tahun :D. Selain sebagai posting awal tahun juga untuk mengingatkan, blog ini miskin tulisan tentang buku-buku. Percuma aja tuh ada kategori booklicious….qiqiqi.

Diantara buku kisah perjalanan yang pernah saya baca, mungkin ini yang terberat. Karena ia sama sekali tidak mengajak pembacanya menikmati keindahan tempat-tempat tujuan wisata. Indahnya Annapura yang berselimut salju. Warna warni India. Nikmatnya cita rasa Pakistan. Atau bagaimana cara menuju tempat-tempat turistik. Menemukan hal-hal semacam itu sama sulitnya menemukan jarum di tumpukan jerami. Tapi, sungguh saya suka cerita perjalanan seperti ini. Beberapa buku perjalanan yang saya punya tidak spesifik menceritakan urut-urutan perjalanan tetapi lebih berkisah makna di balik perjalanan. Sebut saja Trinity dengan Naked Travelernya (belakangan tidak lagi beli bukunya, lebih suka baca blognya :D), perjalanan Merah Putih di Benua Biru yang mengusung misi kebudayaan, atau 99 Cahaya di Langit Eropa yang kental sejarah peradaban Islam. Dan sekarang, membaca safarnama Agustinus seperti menjelajah negara dunia ketiga yang berupaya bangkit di tengah konflik, ironi, dan krisis identitas.

titik nol 1

Ini adalah buku ketiga Agustinus setelah Selimut Debu dan Garis Batas. Mengisahkan tentang ambisi Grand Overland Voyage-nya menyusuri dunia dari Beijing hingga Afrika melalui jalur darat. Sampai saat ini ia belum sampai ke Afrika. Mungkin baru separuh perjalanan. Tapi kisahnya tak habis sepanjang jalan. Membaca Titik Nol ini, seperti berjalan di atas kerikil tajam di bawah terik matahari menyusuri pegunungan berselimut salju yang menawarkan warna berbeda dari pagi hingga malam. Perih. Tapi keindahannya amatlah membius. Dan engkau tidak pernah tahu ada apa di balik pegunungan itu. Sebuah misteri, sebuah petualangan telah menantimu. Melihat covernya saya sudah bertanya-tanya, kenapa bergambar anak kecil terjun bebas tanpa kita tahu di terjun ke mana atau apa. Ke sungai kah, ke tanah kah, ke laut kah, ke kasur kah? Mungkin itu refleksi perjalanan Agustinus, menerjunkan diri ke sesuatu yang entah apa ๐Ÿ™‚

Buku ini dibagi dalam beberapa episode perjalanan mulai dari Tibet, Nepal, India, Pakistan, dan berakhir di Afghanistan. Semua tempat yang ia datangi adalah daerah konflik, tingkat kriminalitas tinggi, kantong-kantong kemiskinan, kawasan bencana alam, sumber penyakit. Intinya, kawasan yang seharusnya dihindari bagi warga asing. Tapi kalau tidak dengan sengaja mengantarkan nyali, bukan Agustinus namanya :D. Seperti saat di India, ia terserang hepatitis dan terpaksa opname. Merasakan layanan kesehatan gratis bagi semua penduduk termasuk warga asing yang sayangnya….kamu terpaksa melihat seseorang sekarat di parit depan rumah sakit tanpa satu pun yang peduli. Hepatitis jadi momok perjalanan mulai dari India hingga Pakistan. Mata menguning. Bagi kita orang Indonesia mungkin penyakit yang menakutkan tapi disana….hepatitis dianggap penyakit biasa. Ragam pengobatan dari yang ilmiah sampai aneh tersedia.ย Perjalanannya di Pakistan pun punya kisah tersendiri yang luar biasa. Masuk kesana bukan perkara mudah. Hingga kemudian Agustinus berinisiatif masuk sebagai relawan pasca bencana (gempa bumi). Selama berbulan-bulan di pengungsian. Membantu yang bisa dibantu. Menyelami kehidupan warga setempat. Menjadi akrab. Sungguh pengalaman yang tidak akan bisa dibeli. Atau saat terjebak di lokalisasi di penduduk mayoritas Islam (sungguh saya baru tahu ada lokalisasi di sana, kirain…). Nasib apes perjalanan Agustinus tidak jauh-jauh dari “rob” dan…. “rape”!!

titik nol 2

Sesi pertama, perjalanan titik nol menyusuri Gunung Kailash (Tibet) dengan cara….merayap!!!

Hal yang menyenangkan dari buku Agustinus ini adalah deretan foto-foto yang luar biasa. Obyek yang dia ambil mempunyai cerita. Bukan asal jepret. Tidak banyak foto tentang obyek wisata. Lebih banyak foto orang-orang lokal yang menguatkan kisah yang ia tuturkan. Coba saja lihat websitenya, hasil bidikannya menunjukkan pengamatan tingkat dewa :D. Pantas jika dalam satu sesi perjalanannya ia melamar jadi wartawan foto supaya bisa melanjutkan perjalanan. Dan urusan foto-memfoto di kalangan wartawan ini juga sebuah ironi.

 

titik nol 3

Foto-foto ini sama sekali tidak indah ๐Ÿ˜ฆ

Buku ini berat buat si pembaca. Tetapi lebih berat lagi untuk si penulis.ย Membaca buku ini, seperti menyelami perasaan si penulis. Ringan dan penuh kisah di awal. Menunjuk puncak semakin berat. Dan terjun bebas di akhir. Banyak kisah yang dituturkan antara Beijing-Tibet-Nepal. Komposisinya semakin berkurang ketika memasuki India dan Pakistan. Dan nyaris tidak ada yang dituturkan di Afganistan. Buku ini bukan kisah perjalanan Agustinus. Tetapi kisah perjalanan mengantarkan orang yang ia cintai. Energinya untuk berkisah semakin menurun. Perlu kekuatan dan keberanian maha dahsyat untuk menuliskan dan merampungkan buku ini. Dan ia berhasil. Inilah perjalanan titik nol Agustinus. Perjalanan titik nol bagi kita semua. Karena sejauh dan selama apa pun kita pergi, tetaplah kembali ke titik mula perjalanan. Titik Nol. Thanks Agustinus for sharing this beautiful moment ๐Ÿ™‚

*jadi pingin baca Selimut Debu dan Garis Batas ๐Ÿ˜€

Narsis Sebentar Ah :D

Yeayyy…mau narsis sebentar ya. Kalau tidak suka boleh deh di-skip nih postingan. Kecuali para postcrosser!! Wajib baca…qiqiqi… Ga kok, ga maksa :D.

Sebagai prostcrosser, sering kali kita mengupload foto kartupos yang kita terima kan ya. Selain buat pamer (uhuk…uhukk…saya banget nih), buat mengenalkan kembali aktivitas jadul tapi menyenangkan ini, jugaaaa….untuk mengapresiasi si pengirim kartu pos. Senang dong ya kalau si penerima suka dengan kartu pos kita. Kemudian mempublikasikannya di media sosial. Apalagi ditambah sepatah dua patah kata komentar-komentar kita. Senang kan ya, yaa…yaaaa ??

Kenapa yakin banget seneng? Soalnya…saya barusan mengalami rasa senang itu…hahaha. Biasanya offical postcard yang diregister “cuman” dibubuhi ucapanย thank you!!ย Tapi, dua kartu pos yang terbang ke Jerman ini dikomentari dengan cukup panjang. Dua-duanya bilang suka. Dan satu member malah menguploadnya di blog pribadinya. Senang ga tuh :D. Kartu pos bergambar yang saya anggap biasa aja malah diapresiasi. Sebenarnya biasa aja ya memamerkan kartu pos di blog/web. Saya juga melakukannya (dan mayoritas teman postcrosser juga kan ya ๐Ÿ™‚ ). Tapi yang membuat berbeda adalah…dia memberitahukan kalau kartu pos itu dipajang di blog/web. I didn’t do thatttt!!!!!! Pelajaran penting nih. Besok-besok sebaiknya kasih tahu si pengirim kalau kita benar-benar mengapresiasi kartu pos mereka :D. Walaupun pakai bahasa yang tidak dimengerti, sepertinya mereka akan senang ๐Ÿ˜€

Thanks Hepman for this lovely posting :D (see his blog at http://hepmansvolcanoblog.tumblr.com/)

Thanks Hepman for this lovely posting ๐Ÿ˜€ (see his blog at http://hepmansvolcanoblog.tumblr.com/)