Mencecap Lembut Es Krim Toko OEN Malang

Seraut wajah bulat manis menatap takjub gelas cembung bertangkai rendah di depannya. Tiga bulatan lembut, coklat, kuning, dan merah muda, memenuhi gelas berpinggir lekuk. Tampak taburan warna-warni serupa buah kering di atasnya. Setangkai wafer roll menancap di atasnya. Senyum gadis muda itu merekah. Diambilnya sendok kecil di sisi gelas. Menyendok bulatan kuning. Menyuapkannya ke dalam bibir mungilnya. Sejurus kemudian, rona merah menghias pipinya. Matanya mengerjap-ngerjap. Es krim itu dingin,  seperti udara di luar sana, tapi hatinya dalam sekejap menghangat.

edit_MG_3907

Mengunjungi Toko Oen di sudut jalan gereja Kayu Tangan adalah ketidaksengajaan.  Kami hanya berjalan menyusuri sekitar alun-alun dan tidak berharap akan menemukan sesuatu yang menarik.  Tapi, ternyata, Tuhan punya banyak kejutan untuk kami di malam itu. Selepas menikmati arsitektur Gereja Kayu Tangan yang berselimut cahaya kuning malam yang mempesona, mata saya terpaku pada bangunan bertirai putih pada jendela lebar model lama. Saya katakan pada teman jalan, mungkin sehabis mengelilingi alun-alun kita bisa mampir ke sana. Ia spontan berkata, sekarang saja. Dan spontanitasnya sungguh membawa berkah karena Toko Oen tutup jam 20.30 sedangkan jarum jam saya sudah menunjukkan lebih dari setengah delapan.

Toko Oen Malang yang sedikit tersembunyi

Toko Oen Malang yang sedikit tersembunyi

Tentang Toko Oen, persis seperti yang diceritakan banyak referensi. Interior dalamnya, kursi rotan sintetisnya yang berkaki rendah tapi nyaman, meja bundar bertaplak jadul, langit-langitnya yang tinggi berkayu jati, ubinnya yang kuning oranye, persis seperti yang digambarkan. Meski tidak lagi dimiliki oleh pemilik asli Toko Oen dari Yogya yang sekarang hanya punya satu toko di Semarang,  menu yang ditawarkan masih sama (dengan harga berbeda). Saya bingung melihat deretan nama-nama es krim dan makanan berbahasa Belanda, tak satu pun saya paham. Maka andalannya adalah…”Es krim yang spesial disini ya”. Tak lama, Es Krim Spesial Toko Oen datang ke meja. Tentunya dibawakan pramusaji berbaju hitam putih dan berpeci hitam. Es kirimnya tidak datang sendiri😛. Sedangkan makanannya sudah tidak lagi tersedia kecuali yang dipajang di etalase toko. Setelah lihat-lihat apa yang terpajang, saya putuskan tidak makan. Yang tersisa tinggal rupa-rupa cake. Cake dan es krim tidak boleh bertemu malam itu😀.

edit_MG_3900

Sebenarnya tindakan bodoh menikmati es krim di malam hari walau Kota Malang tidak lagi dingin. Mana sudah berhari-hari saya batuk dengan tenggorokan yang meradang. Tetapi, begitu suapan kecil es krim warna kuning rasa vanila meluncur ke kerongkongan….tiba-tiba tenggorakan terasa lebih nyaman. Entah apa hubungannya tapi sepanjang malam itu saya tidak lagi batuk-batuk. Pun pagi harinya. Es Krim Spesial Toko Oen ini terdiri dari 3 bulatan es krim dengan 3 rasa, vanila, coklat, dan strawberry. Terus terang, saya tidak suka es krim rasa coklat dan strawberry jadi saya  makan terakhir. Semua makanan/minuman rasa strawberry mengingatkan saya pada obat. Nah, tekstur es krimnya ini yang menarik, lembut tapi menyisakan sensasi serutan-serutan es di lidah, manisnya pas, dan tidak cepat mencair. Rasa wafer yang menjadi topping es krim juga menarik, mengingatkan saya pada wafer yang jaman dulu. Rasa wafer seperti ini tidak akan saya dapatkan di toko-toko besar. Rasa wafer jenis ini mungkin hanya bisa didapatkan di warung-warung kecil di pinggir kota. Tentang harga, sepertinya agak lebih tinggi dibanding Toko Oen Semarang😀.

edit_MG_3903

Deretan toples berisi kue kering jaman dulu

 

Satu yang menarik di Toko OEN Malang adalah interiornya yang bikin nyaman ngobrol berjam-jam. Sampai-sampai kami didatangi pramusaji yang mengantarkan bill, pengusiran secara halus karena toko segera tutup😀. Lain waktu, jika berkunjung ke Malang, saya ingin kembali ke sini🙂.

edit_MG_3909

Bangku rotan sintetisnya biking betah duduk berlama-lama

 

 

 

6 thoughts on “Mencecap Lembut Es Krim Toko OEN Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s