Mendekap Hangat di Ndoro Donker

Rintik membayangi perjalanan kami menuju sebuah rumah putih mungil di puncak bukit perkebunan teh Kemuning. Mobil kami pacu perlahan karena tidak yakin, benar tidaknya arah yang dituju. Bekal kami hanya petunjuk tukang parkir di Amanah Agrowisata dan Petugas TPR di gerbang masuk wana wisata air terjun Jumog dan Candi Cetho. Selepas tanjakan, tampak rumah bercat putih yang dicari. Lega rasanya karena tangan mulai keriput kedinginan.

Rumah teh Ndoro Donker namanya. Pertama kali dengar dan lihat foto lokasinya yang keren dari seorang teman. Pada kunjungan pertama ke Bukit Kemuning, saya tidak sempat mampir. Hanya lewat dan bertekad suatu saat harus mampir. Sebagai penyuka teh, Ndoro Donker adalah destinasi wajib kunjung. Apalagi yang ditawarkan adalah teh lokal dengan kualitas ekspor. Sudah rahasia umum kalau teh yang dipasarkan secara lokal adalah teh kualitas rendah karena lebih banyak memasukkan ranting dan tangkai teh ketimbang daunnya. Warnanya yang merah kecokelatan adalah indikasi jenis kualitas teh lokal.
image

Begitu masuk, aroma teh langsung menggelitik hidung. Tiba-tiba mata juga dimanjakan oleh deretan toples-toples dan kaleng-kaleng lucu berwarna-warni. Persis di belakang meja kasir. Saya hanya menebak, pasti isinya rupa-rupa teh. Bergegas kami memilih tempat duduk. Ada 3 pilihan tempat duduk. Di luar dengan meja melingkar dan berpayung, di bagian depan dengan konsep rumahan, dan di teras belakang yang menghadap perkebunan teh. Kami memilih duduk di teras belakang yang langsung menyapu pandangan ke hamparan perkebunan teh yang basah.
image

image

Perlu lambaian tangan untuk mengundang waitress mengantarkan menu makanan dan minuman. Untuk makanan, kami memilih kentang Ndoro Donker dan pisang panggang. Dua macam saja mengingat perut baru saja diisi dengan makan siang porsi besar. Walaupun ada singkong keju dan iga bakar di meja sebelah yang menggugah selera. Untuk teh, kami memilih White Tea. Teh spesial Ndoro Donker selain Radja Tea. White tea ini adalah teh premium dari pucuk daun yang masih kuncup sedangkan Radja Tea adalah teh hijau premium.
image

image

Tak lama menunggu, teh dihidangkan dalam teko transparan yang masih panas. Di tengahnya terdapat saringan tempat pucuk daun teh diletakkan. Terlihat daun tehnya masih kuncup. Warna yang dihasilkan kuning kehijauan bening, seperti chamomile tea. Tehnya sendiri ditemani dengan sewadah kecil gula pasir dan potongan-potongan mungil gula aren. Aroma White Tea ini begitu menenangkan. Saat menyesap, rasa ringan tertahan di lidah. Membuat saya Tiba-tiba tersenyum, benar kata orang “A cup of tea makes everything better “. Sengaja saya tidak memasukkan gula ke dalam cangkir untuk memperoleh rasa asli teh. Saya lebih memilih mengulum potongan-potongan gula aren. Tentang makanannya, to be honest, nothing special. Tapi, tidak masalah karena di sini kita ingin menikmati secangkir teh kan ya. Merasakan dekapan hangat dan menenangkan, untuk mempercayai bahwa semua akan jadi lebih baik๐Ÿ™‚.

5 thoughts on “Mendekap Hangat di Ndoro Donker

  1. mysukmana

    mbak btw itu ngedit fotonya pake apa kok bagus banget..haha ndoro donker deket rumah kita dong klo dari karanganyar solo๐Ÿ™‚

    Reply
    1. mebigina Post author

      Makasiiiii :D… Biasanya edit pakai aplikasi online editing di pickmonkey.com… Ndoro donker deket rumah? Aduuu…bersyukur banget mesti, coz udara ama viewnya juara. Bikin betah di rumah๐Ÿ˜€

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s