Menyesap Hitam Pekat Kopi Gianyar

Hari menjelang siang ketika mobil kami berbelok ke sebuah halaman tak berbangunan. Dimana ini? “Kita ngopi-ngopi sebentar ya Saya belum ngopi tadi pagi”. Senyum manis bli Tude , supir mobil sewaan sekaligus guide dadakan, menjawab kegusaran kami. Pagi, sebelum bergerak, kami sudah wanti-wanti untuk dibawa keliling ke daerah utara. Tempat eksotik yang jarang dikunjungi wisatawan lokal dan gratis!!! Hahaha….nasib jadi traveller kere yang cuman sanggup sewa kendaraan dan makan ala kadarnya. IMG_2168-edited Menurut Aeki-Aice.org, kopi pertam kali masuk ke Indonesia di tahun 1696 oleh Komandan Adrian van Ommen dari Malabar-India. Jenis kopi yang dikembangkan saat itu adalah kopi Arabika dan ditanam di Pondok Kopi-Jakarta Timur. Sayangnya, Pondok Kopi dilanda banjir yang menyebabkan tidak hanya gagal panen tapi…gagal total!! Mati semua. Akhirnya didatangkan lagi bibit kopi di tahun 1699 dan disebarkan ke Jawa Barat, Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Timor. Ternyata, di daerah ini bibit kopi tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang melonjak. Sehingga, di tahun 1711, Indonesia melalui VOC melakukan ekspor kopi pertamanya. Saat ini, jenis kopi yang dibudidayakan di Indonesia adalah jenis Arabika dan Robusta. Kopi Gayo, Mandailing, Sidikalang, Toraja, dan Kintamani adalah sebagian kopi Indonesia yang terkenal…..mahal😀. Saya bukan penggemar fanatik kopi. Tapi, tidak pernah menolak suguhan kopi panas, yang hitam pekat dan berampas, atau yang telah dipermanis dengan krimer dan segala rupa rasa-rasa😀. Favorit saya tetap….kopi hitam dengan ampas. Rasanya nikmat tatkala bibir dan lidah bersentuhan dengan sensasi pahit dan manis kopi hitam. Tetiba langsung bersemangat😀. Tambah semangat jika disuguhkan 12 gelas aneka rasa kopi dan minuman lainnya. Gratis!!! Hah??? Yang bener???? IMG_2198-edited Di sepanjang jalan menuju Danau Batur atau jalan antara Tampaksiring-Kintamani banyak bermunculan agrowisata dengan kopi sebagai andalannya. Salah satunya adalah Satria Agrowisata. Agrowisata ini memberikan informasi yang menarik tentang kopi dan minuman khas Bali yang berkhasiat bagi tubuh. Informasi ini disajikan secara interaktif, langsung cicip di tempat😀. Lokasinya tidak terlihat dari jalan besar. Kita perlu melewati kebun kecil dengan beragam tanaman bahan baku minuman dan kandang luwak. Sebelum duduk manis menikmati indahnya suasana desa dan aroma kopi, pengunjung bisa melihat aneka biji kopi di sebuah gubuk kecil. Disini kita bisa belajar jenis-jenis kopi dilihat dari ukuran dan warnanya yang berbeda-beda. Saya pikir, kemana pergi biji kopi ya begitu-begitu aja…hahaha….ternyata warnanya bisa beda-beda. Di gubuk ini, bisa dilihat juga proses roasting yang masih sederhana. Kopi dipanggang dalam wajan tembikar di atas bara dari kayu. Kalau melihat hasilnya, dipanggang sampai tingkat kematangan “dark roast”. Hitam pekat. IMG_2173-edited IMG_2176-edited Dari gubuk kecil, lanjut ke gubuk kecil lainnya😀. Nah, di sini sudah disiapkan 12 gelas minuman olahan produksi Satria Agrowisata. Sebenarnya ini tester untuk memperkenalkan produk mereka. Setelah minum kepingin beli, merea seneng dong ya😀. Kalau tidak beli juga rapopo😀. Ada apa aja? Lihat langsung deh. IMG_2187-editedSilahkan dicicipi kopi moka, kopi gingseng, kopi kelapa, kopi vanilla, bali cocoa/coklat, kopi bali, sari manggis, lemon grass tea, rice tea, rossela tea, apa lagi ya….lupa…hahaha. Yang jelas enak-enak. Saya paling suka kopi Bali, rice tea, dan bali cocoa. Bali cocoa rasanya persis dengan choco drink-nya Cadburry😀. Ada lagi yang spesial….kopi luwak. Dari yang penampilannya bikin jijay…. IMG_2166-edited Jadi segelas kenikmatan tiada tara…..hahahaha

IMG_2195-edited

Lihat….busa kopinya masih ada, pinter yang buat😀

Jadi, Satria Agrowisata juga menyediakan Kopi Luwak produksi sendiri yang sudah diekspor ke Russia. Di flyer mereka, pilihan bahasanya hanya 2, Indonesia dan Russia…hahaha. Kalau yang lain gratis, kopi luwak ini tidak gratis. Secangkir 50.000. Termasuk murah dibandingkan kalau sudah masuk ke kafe-kafe. Dan ternyata…..menikmati kopi tanpa gula lebih nikmat. Beneran😛. Jadi ya, kopi luwak ini saya cicipi dengan 2 metode. Dengan gula dan tanpa gula. Sungguh lebih nikmat tanpa gula. Rasanya lebih asam dibanding kopi biasa tapi lebih ringan. Dan sama sekali tidak meninggalkan rasa perih di lambung.  Menurut guide dari Satria, kandungan kafein di kopi luwak lebih sedikit dibanding kopi biasa. Dan menikmati kopi tanpa gula jauh lebih sehat dibanding dengan gula. Selepas dari sini, kalau buat kopi, takaran gulanya selalu saya kurangi. Beneran enak. Mmmmm…tapi tidak berlaku untuk JJ Royal Coffee…masih berasa pahitnya😀.

Jadi, ngopi-ngopi yuk sambil ngobrol-ngobrol😀

6 thoughts on “Menyesap Hitam Pekat Kopi Gianyar

  1. Felicity

    Postingan yang menarik…. jadi tahu asal nama Pondok Kopi…🙂 BTW, ada nomor telepon guide dan supirnya ngga? Kayaknya bakalan butuh deh, summer ini mungkin bakalan ke Bali …masih mungkin…. thanks ya🙂

    Reply
    1. mebigina Post author

      Feliii…maaf baru respon. Ini nomor travel/rental agentnya ya, 03617878825 (Amerta Travel/Rental Agent). Bisa menghubuni pemiliknya langsung, pak Ketut. No handphonenya ina kirim via email ya😀. Happy holidayyyyyyy

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s