Menikmati Bandung Dari Menara Kembar

Lanjut postingan tentang flazz trip ke Bandung ya. Umm…ralat, seputaran alun-alun Bandung…hehehe. Ternyata jalan sendirian itu ada asyik dan ada ga asyiknya juga. Luntang lantung sendirian, ga ada temen ngobrol, ga bisa foto-foto cantik๐Ÿ˜€, dan dilihatin terus…#ah_perasaan_dek_ina_aja #holang_beken๐Ÿ˜€. Kalau jalan bareng harus bisa menyesuaikan satu dengan lainnya. Tidak bisa memaksa harus kesana harus kesini.

Lepas dari Gedung Asia Afrika, saya melipir ke Masjid Rayaย Bandung. Sebenernya waktu dzuhur masih agak lama tapi kaki sudah pegel. Mau istirahat sambil makan-makan juga belum laper. Lihat menara di masjid….*cling cling* ke atas aja yuuuk๐Ÿ˜€. Ini solusi ampuh buat yang pingin lihat Jawa Barat (ga cuman Bandung) tapi ga punya waktu banyak dan udah pegel banget๐Ÿ˜€.

Oya, buat kamu yang lagi jalan di Bandung dan bawa bawaan yang lumayan berat dan merepotkan tapi masih pingin jalan-jalan. Bisa deh tasnya dititipkan di masjid๐Ÿ˜€. Sebenarnya tempat penitipan sandal dan sepatu tetapi mereka tidak keberatan dititipi tas. Mungkin sudah maklum ya, pengunjung masjid rata-rata bawa belanjaan banyak…hehehe. Ada 3 tempat penitipan, di sisi timur (depan pintu masuk utama), sisi selatan (depan Yogya mall), dan sisi utara (depan kantor pos). Karena masuk dari arah utara saya menitipkan tas di sisi utara. Gratissss…tapi tidak ada salahnya masukin lembaran ribuan ke kotak infak sebagai rasa syukur tas kita dijagain dengan baik. Nah, kalau naik kereta api, tas bisa dititipkan di mushola stasiun (sisi utara). Dulu ada loker khusus di sisi selatan. Sayang kemarin sudah tidak ada lagi. Penitipan di mushola juga saya baru tahunya setelah jalan-jalan *tahu gitu kan nitip disini…:(. Sama seperti di masjid raya, ini hanya penitipan sandal/sepatu. Untungnya bapak-bapak penjaga baik-baik. Jangan khawatir, tas dijaga dengan baik dan dikasih nomor. Penjaganya juga pegawai KAI kok karena mereka pakai ID Card KAI๐Ÿ˜€.

Di antara masjid raya yang pernah saya kunjungi, Masjid Raya Bandung ini yang paling rame. Ramai orang pengajian, ramai orang diskusi, ramai orang leyeh-leyeh, ramai juga yang jualan makanan๐Ÿ˜€. Tidak di halaman, tidak di teras, penuh sama penjual makanan. Mulai dari mie kocok, pecel, batagor, gorengan, nasi padang pun ada, minuman pun komplit๐Ÿ˜€. Itu yang mangkal di emperan ya, belum lagi yang mobile. Huwaa….rame!!!ย Walaupun ramai penjual, teras masjid tetap bersih. Tidak tahu ya yang di halaman/lapangan. Piring makan dialasi daun pisang/kertas makan jadi tidak perlu cuci-cuci piring. Minum pun disediakan dalam wadah sekali buang. Harganya….errrrr…saya tidak tahu karena cuman beli minum air mineral gelas seharga 1000 perak dan tahu sumedang seharga 500/biji…hehehe.

IMG_1467-edited

Sekedar duduk-duduk di teras sambil selonjoran dan lihat tingkah laku kanan kiri yang sebagian besar warga Bandung seru juga. Beneran menghibur. Dari cara penjual memanggil dan melayani, ketahuan deh ramahnya beneran ramah. Walau ada selipan SKSD kayak “Bu hajiiii!!!!…eta saha yak. Oya bu haji Johaaaannnnn, sini buuuu!!!”…hihihi. Terus tidak ada cerita maksa-maksa beli. Lumayan lama saya duduk di antara penjual tanpa berniat beli dan mereka sama sekali tidak menawarkan๐Ÿ˜€.

IMG_1465-edited

Hari itu sedang ramai pengajian ibu-ibu. Oh my….baru sekali itu saya lihat secara langsung ibu-ibu pengajian dengan model hijab, aksesoris, dan pakaian seperti di tipi-tipi…hahaha Biasanya cuman lihat ibu-ibu pengajian kampung yang modal jarik sama abaya dan jilbab standar aja. Biarpun style beda, semangat ikut pengajiannya itu doooonnggg…acungin jempol banyak-banyak๐Ÿ˜€.

Masjid Raya Bandung ini punya 2 menara kembar, di sisi utara dan selatan. Tapi kemarin yang dibuka hanya menara sisi selatan. Mau naik??? Buat kamu yang mukanya masih mut-imut kek pelajar, 2000 aja. Yang sudah agak “matang” dan kelewat “matang” 3000 deh. Yang bawa-bawa dan ngaku-ngaku turis (sebenernya agak ga jelas juga yang dimaksud turis inih. :)) 5000 fix ga boleh nawar. Murah kannnn… Mana bisa sesuka hati mau seberapa lama di atas๐Ÿ˜€. Sayangnya di atas menara tidak ada kafe seperti di MAJT dan bisa muter-muter. Lebih mirip ke gardu pandang . Kalau diisi orang 15 aja sudah berasa sumpek. Untungnya kemarin cuman ada saya dan 2 orang anak sekolahan. Katanya tinggi menara dihitung dari fondasi mencapai 99 meter tapi yang kelihatan di permukaan hanya 81 meter. Kalau tinggi-tinggi bisa mengganggu lalu lintas penerbangan. Dari menara kelihatan lintasan pesawatnya yang kalau ditarik garis lurus sekitar 2 km. Tapi kalau dihitung dari nomor lift ada 19 tingkat. Si Aa penjaga lift bilang tingginya 19 meter…hihihi….ga salah, tergantung dari perspektifnya siapa๐Ÿ˜€.ย Di seputaran alun-alun ini hanya ada 2 bangunan tinggi, menara masjid dan gedung BRI.

IMG_1459-edited

Bisa lihat apa aja dari menara….wah…..sepertinya nyaris semua. Berhubung pengetahuan saya tentang Bandung cetek banget, jadinya mepet-mepet si anak sekolahan yang sibuk tebak-tebakan gedung. Dari hasil nguping dan tanya-tanya, bisa kelihatan Gasibu dan Gedung Sate. Di garis horizon bisa lihat deretan pegunungan sisi selatan (kampus dulu dooongg….hahaha) dan sisi utara. Seharusnya kelihatan juga Tangkuban Perahu tapi tidak tahu yang mana๐Ÿ˜€.

IMG_1455-edited

Yang jelas…..Bandung padat bangettttttt. Rumah, toko, mall, perkantoran mepet-mepet deh. Dan ternyata Bandung tidak seperti Jakarta yang penuh gedung pencakar langit. Dari menara ini, saya belajar peta Bandung radius 1 km….ooo kalau mau kesana , bisa lewat sana sana sana. Jalan kaki ternyata deket aja๐Ÿ˜€.

collage bandung

Trus, dari atas menara juga kelihatan bagian masjid yang lama dan bagian masjid yang baru. Dulu waktu jaman kuliah belum ada menara dan alun-alun belum dipagari. Sekarang sudah ada penambahan selasar karena ruang utama masjid tidak cukup untuk menampung jemaah. Bagian yang ditambah itu, kalau dari atas ditandai dengan ada lengkungan warna biru. Kalau dari dalam, kalau tidak salah ditandai dengan ruang pengurus masjid.

IMG_1457-edited

Puas di atas dan kebetulan mau masuk waktu dzuhur, turun deh. Ruang wudhu dan toilet lumayan bersih. ย Ada penjaga perempuan, yang saya ga habis pikir kok bisa ya makan depan toilet…:D. Dan baru kali ini saya ke masjid dengernya lagu Katty Perry bukan muratal…hihihihi. Dibandingkan masjid agung lain, interior Masjid Raya Bandung ini sangat sangat sederhana. Tidak banyak ornamen. Kecuali mozaik di sisi atas. Mungkin masjid ini lebih diutamakan fungsinya sebagai tempat ibadah apa pun bentuknya dari pada tempat wisata yang cuman dikunjungi sesekali *lirik masjid yang penuh emas-emas :D*

IMG_1472-edited

IMG_1469-edited

IMG_1431-edited

3 thoughts on “Menikmati Bandung Dari Menara Kembar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s