The World Goes to Bandung…Aku jugaaa !!!

Apa yang membuatmu kembali ke bandung??? Kulinernya yang special? Suasananya? Distro, FO, apa pun namanya yang penting puas bela-beli the latest fashion :D? Kenangan manis yang tertinggal disana *euwwwww?? Kalau untuk saya, yang bisa membuat saya kembali ke bandung adalah ditugaskan!! Hahahaโ€ฆmemang ogah rugi banget. Sejak lulus kuliah, baru 3 kali saya kembali ke Bandung. Itu pun setelah 6 tahun hengkang๐Ÿ˜€. Dan ketiganya diakomodasi pihak lain, heheheโ€ฆ. Yang pertama bareng rombongan kantor kakak yang rutenya sudah default. Yang kedua ditugaskan kantor dan sempat melipir bertiga sama teman kantor. Dan yang ketiga (semoga bukan yang terakhir :D), minggu lalu. Sebenarnya acara berlangsung di Lembang selama 3 hari. Hari terakhir saya bela-belain pulang naik kereta terakhir, pisah dengan rombongan karena mau jalan-jalan dulu. Sayang, sudah jauh-jauh jadi sekalian dicapekkin๐Ÿ˜€.

Sebelum berangkat sudah melist tempat-tempat yang akan dikunjungi. Apa daya, ternyata Bandung masih macet yaโ€ฆhikssโ€ฆlangsung jiper. Bisa-bisa terlambat sampai stasiun. Dan lagiiii….astagadragon…kenapa ini backpack tiba-tiba jadi berat *arggghhhh*?? Kombinasi usia dan jarang olahraga bikin acara hang out agak keluar dari rencana. Ya sudahlah, ikuti kaki sanggupnya melangkah kemana *buang jauh-jauh list destinasi*. Rencananya kemarin mau ke Taman Hutan Raya Juanda di daerah Dago, Museum Geologi (punya kenangan manis disana, jadi pingin balik lagi…ihirrrrr), Museum Pos Indonesia, Palasari, Kantor Pos Besar, dan Museum Asia-Afrika. Lihat-lihat situasi akhirnya jalan di sekitaran stasiun hingga alun-alun aja (bilang aja mau ke Pasar Baru…hehehehe). Saya hanya punya waktu 7 jam sebelum kereta berangkat.

Tetep yaaaa....di Bandung itu, konferensi jadi konperensi!! Pake "P" ceunah....qiqiqi...Untungnya Afrika-nya bener :D

Tetep yaaaa….di Bandung itu, konferensi jadi konperensi!! Pake “P” ceunah….qiqiqi…Untungnya Afrika-nya bener๐Ÿ˜€

Cerita tentang Museum Asia-Afrika dulu yaaa. Dua tahun yang lalu sempat kesini tapi tidak masuk karena sudah tutup. Sengaja datang pagi-pagi pas jam buka museum, jam 09.00 am. Yang ternyata saya barengan rombongan anak SD *phewwww* Untungnya mereka briefing lumayan lama di ruang konferensi jadi bisa keliling tanpa suara berisik…๐Ÿ˜€. Apa yang bisa dilihat disini??? Sebenarnya tidak terlalu banyak produk yang dipajang, lebih banyak foto dan poster. Tapiiii….it hides many story behind๐Ÿ™‚. Setidaknya saya lebih memahami arti Konferensi Asia Afrika di sini, dibandingkan dari text book๐Ÿ˜€. Dari sini saya bisa lihat, ternyata Soekarno sangat visioner, membenci imperialisme, dan menyukai networking dengan negara-negara yang mayoritas senasib sepenanggungan dengan Indonesia. Pidatonya….weiitzzzz…bacanya saja sudah bikin merinding apalagi kalau dengar langsung.ย Ia memiliki kemampuan mengajak tanpa memaksa. Membuka mata siapa pun yang mendengarkan bahwa apa yang ia katakan itu benar dan nyata. Kalau ingin berubah maka kita harus bergerak. Jika kita tidak bisa berjuang sendirian, ajaklah kawan. Dan ternyata, Indonesia itu berperan besar bagi kemerdekaan negara-negara lain.

Sebelum tahun 50-an hanya sedikit bangsa yang merdeka dan lepas dari kolonialisme. Indonesia, Filipina, Vietnam, Pakistan, Birma, India, Tiongkok, dan Ceylon (ceylon itu dimana ya???). Nah selepas KAA, semakin banyak negara yang merdeka. Sebagian besar di kawasan Afrika. Juga termasuk Malaysia dan Singapura. Hebat ga tuh Indonesia. Sepertinya yang cocok jadi duta (polisi) perdamaian dunia adalah Indonesia karena sudah terbukti dan teruji puluhan tahun. Bukan negara yang sekarang kali ya…hehehehe… Dan lagi, semua ketua komite berasal dari Indonesia. Ada 3 komite saat pertemuan KAA, politik, ekonomi, dan kebudayaan. See….bagaimana kemerdekaan itu dicapai dengan cara-cara damai. Bukan dengan pertumpahan darah. Jepang yang dulu pernah menjajah kita aja ikutan dalam pertemuan perdana KAA. Sudah insyaf๐Ÿ˜€.ย Negara peserta KAA yang cukup bikin mata zoom in zoom out selain Pakistan adalah Afghanistan dan Ethiopia. Oh my…ternyata kita punya relasi yang sangat lama dengan mereka. Jadi ingat di salah satu bukunya, Agustinus pernah bilang, teh terbaik yang digemari di Afganistan adalah teh dari Indonesia. Dan di sana ada daerah bernama Soekarno meski penduduk sekitar tidak tahu siapa ia. Ah…ternyata mereka sahabat lama kita๐Ÿ™‚.

Saat pertama masuk, kita diminta mengisi buku tamu. Freeeeee….alias gratis. Syukur-syukur kita dipandu dengan petugas yang ramah bangetttt. Saya dipandunya setelah keliling sendirian karena saat itu hanya ada 2 petugas yang lagi on duty. Tidak perlu memberikan tips karena memang dilarang๐Ÿ˜€. Si ibu yang jaga sempat bengong lihat saya datang sendirian. Hahaha…jadi inget waktu jalan sendirian malam-malam di Kuta. Responnya sama, “Ga takut mba???”. Dengan pede-nya bilang orang Bandung baik-baik jadi ga ada yang perlu dikhawatirkan (kenyataan memang begitu kan yaaa :D). Hasilnya…saya bisa nitip backpack yang berathhh ituhhh di kolong meja๐Ÿ˜€.

Ruang pertama yang wajib kunjung adalah ruang konferensi. Isinya masih asli, kecuali beberapa ubin yang sudah mengalami pergantian. Kursi-kursinya masih yang sama, masih empuk, dan boleh diduduki๐Ÿ˜€. Membayangkan, dulu yang duduk di kursi ini delegasi dari negara mana ya๐Ÿ˜€. Di bagian depan selain bendera-bendera delegasi juga ada gong perdamaian. Bentuk gong ini persis banget dengan yang di Taman Pintar Jogja. Ruang konferensi terbagi dua lantai. Lantai pertama khusus delegasi dan lantai kedua khusus wartawan. Sayang tidak diijinkan naik ke lantai 2.

Ruang konferensi, bayangim mereka dulu duduk di sini dan membicarakan tentang perdamaian dunia :D

Ruang konferensi, bayangim mereka dulu duduk di sini dan membicarakan tentang perdamaian dunia๐Ÿ˜€

Kursi milik MPRS....masih inget ga sapa MPRS :D

Kursi milik MPRS….masih inget ga sapa MPRS๐Ÿ˜€

Dari ruang konferensi bisa pilih mau keluar masuk ruangan di gedung atau langsung ke ruang pamer tetap. Gedung KAA ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jabar (sisi barat) dan Kementerian Luar Negeri (sisi timur). Selain ada pameran tetap tentang KAA juga ada pameran tematik, tergantung siapa penyelenggaranya. Saat saya datang kemarin tidak ada pameran tematik.

IMG_1401 edited

Indonesia di tengah-tengah nasib bangsa lain๐Ÿ˜€

IMG_1343-edited

Sebagian besar kemerdakaan negara-negara di Afrika karena peran Indonesia๐Ÿ˜€

IMG_1356-edited

Default-nya museum di Indonesia, pasti deh ada furniturenya๐Ÿ˜€

IMG_1384-edited

Yeayyyy….wilujeng sumpinnnggg…mangga mangga๐Ÿ˜€

IMG_1379-edited

Sebagian besar eksebisinya berupa foto dan poster. Di ujung kanan ituuuu…alat cetak foto. Ga kebayang gimana dulu cetaknya

Ada sisi yang menarik juga lho dari perhelatan KAA tahun 1955 itu. Sebagian besar gedung di sekitar gedung KAA turut andil, mulai dari hotel Preanger yang sekarang masih beroperasi sampai Hotel Swarha yang sekarang sudah spooky banget. Menjelang acara ternyata ada delegasi yang mengalami kecelakaan. Pesawatnya jatuh di Kepulauan Natuna, so sad:(. Yang unik lagi, sebagian besar negara-negara yang muncul saat KAA tidak pernah kedengaran lagi. Ada yang pernah dengar negara Tuvalu?? Dimana coba tuh negara. Mana benderanya aneh-aneh warna dan motifnya. Sempat diceritain, sebelumnya foto Soekarno tidak ada di gedung ini padahal beliaulah pencetus ide konferensi. Baru dipasang setelah ditegur Nelson Mandela…qiqiqi

Hotel Swarha yang udah spooky...sayang banget

Hotel Swarha yang udah spooky…sayang banget

IMG_1393-edited

Toiletnyaaaa….masih seperti yang dulu…errr…kecuali ubinnya๐Ÿ˜€

Dannnn….pemandu saya kali ini adalah Pak Kudrat, pegawai Kemenlu yang ternyata orang Banyumasan. Jadilah dia ber-Jawa ria dan saya ber-Indonesia ria๐Ÿ˜€.

IMG_1416-edited

Pak Kudrat…maturnuwun ya paaakkk

15 thoughts on “The World Goes to Bandung…Aku jugaaa !!!

  1. Felicity

    Dirimu suka yang jadul2x yaaaa?…. jalan ke rumah kami aja di sini, rumah kayu dari tahun 1930. BTW, foto rak di bawah kran hotelnya mirip modelnya sama pintu rak dapur di rumah. Lantainya sih memang retro, tapi gayanya lebih mirip lantai cafe jadul di Eropa ketimbang di Bandung๐Ÿ™‚ Pssst, di Oslo sini ada kok cafe yang sama persis lantainya๐Ÿ™‚

    Reply
    1. mebigina Post author

      1930??? huaaaa…..tua bangettt, pasti rumahnya punya banyak memori dari penghuninya dulu ya. Iya, seneng lihat yang retro dan vintage. Ntar kalo ke rumah Feli, kita ricek, sama persis ga raknya…qiqi (amiiinnn bisa ke norway :D).
      Pssstt juga, ga takut di rumah sendirian?๐Ÿ˜€

      Reply
  2. puput

    Bu iin~ ijin copy paste fotonya yaa buat tugas bahasa inggris descriptive text sama makasih infonya, soalnya di wikipedia kata-katanya monoton+diulang-ulang hehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s