(Postcrossing) Phantom of L’Opera De Paris

Keriuhan selepas performansi aria Cusi fan tutte milik Mozart tak lagi berbekas. Auditorium telah senyap. Lennard berjalan pelan menyisir bangku demi bangku opera. Memastikan tak ada yang salah, tak ada yang tertinggal, sempurna seperti saat bangunan ini dibangun. Ia tidak mau ambil risiko kehilangan pekerjaan menjelang Natal. Sebenarnya ini hanya pekerjaan rutin. Tapi atmosfer di auditorium selalu membuatnya tak nyaman. Nuansa emas dan merah yang membalut auditorium sungguh mewah. Teramat mewah malah. Dan kemewahan itu tidak mampu menangkis keresahannya. Seperti ada suara percik air tiap kali ia menapaki lantai. Pelan tapi pasti, rasa dingin menyusup ke balik jaketnya. Tak ingin berlama-lama di auditorium. Lennard segera berjalan menuju saklar kandelier. Dan langkahnya terhenti. Napasnya tertahan. Sesosok bayangan hitam mendahului langkahnya menuju saklar. The Phantom!!!

——

Suka banget sama kartu pos kiriman Nadia dari Prancis. Yang saya kenal dari Prancis cuman Eiffel, Katedral Basilika, Notre Dame, Arc de Triomphe, dan Louvre saja. Terlalu biasa untuk sebah postcard. Dan Nadia berhasil membuat saya penasaran dengan bangunan cantik berhias patung dua patung emas di sudit depan dan satu patung tembaa di tengah dome. L’Opera de Paris.

Thanks Nadia for this lovely postcard :D

Thanks Nadia for this lovely postcard๐Ÿ˜€

Gugling kesana kemari. Ternyata ini salah satu dari dua gedung opera di Paris. Tidak hanya terkenal tapi juga sangat tua. Lumayan lama proses pembangunannya, 15 tahun!! Dari 1860 sampai 1875. Dibangun atas permintaannya Napoleon III. Proyek L’Opera ini termasuk dalam proyek pembangunan gedung-gedung besar di Paris (the great Parisian reconstruction). Kok bisa ya kepikiran bangun infrastruktur yang keren-keren dan kepake sampa sekarang. Proses pembangunan sempat terhenti karena perang dunia I. Nah yang luar biasa, proses desain dan pembangunan ini dikompetisikan. Terpilihlah Charles Garnier sebagai pemenang dan berhak untuk mendesain, merekonstruksi, serta membangun gedung. Ternyata kompetisi-kompetisi arsitektur tuh sudah berlangsung lama๐Ÿ˜€. Karya Garnier ini memang spektakuler. Alhasil, gedung opera ini lebih dikenal dengan nama Le Palais Garnier. Dan ada patungnya si Garnier di depan gedung sebagai bentuk apresiasi terhadap Garnier.

Sampai saat ini, gedung opera masih digunakan untuk pertunjukan opera, balet, konser klasik/resital, dan pertunjukkan sejenis. Mayoritas menampilkan opera yang mengangkat karya-karya Mozart dalam bentuk melodi atau pun aria. Apa itu melodi dan aria??? Hahahaha…saya juga ga tahu๐Ÿ˜€. Salah satu perfomance yang terkenal adalah The Phantom of The Opera karya Leroux (1896). Konon dia dapat inspirasi dari proses konstruksi gedung yang menimbulkan luapan air seperti rawa dan menyebabkan seorang pekerja tewas. Ada juga yang bilang, saat pemasangan kandelier yang super duper berat tidak benar dan jatuh menimpa seorang pekerja. Mana yang benar??? Bagaimana kalaui dibuktikan dengan langsung ke sana….hahahaha…

Thanks Nadia for this great postcard. I really really like it๐Ÿ˜€

Indonesie :D

Indonesie๐Ÿ˜€

4 thoughts on “(Postcrossing) Phantom of L’Opera De Paris

    1. mebigina Post author

      iyaaaa…prangkonya lucu, kelelawar versi kartun๐Ÿ˜€. ini juga yg pertama dari prancis, seringnya dari rusia. ntar klo dapet dr prancis pamerin yaaa๐Ÿ˜€

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s