Satu Hari di Kota Tepian

Yak. Satu hari saja. Dan untuk satu hari itu saya pingin teriak……ARGHHHHHHHHHHH, GA PUASSSSSSSS!!!! Oke stop. Rapiin baju. Jaim #halah.

Sebenarnya tidak murni satu hari. Bisa dibilang cuman seperempat hari…hiks, hiks. Penerbangan dari Jogja jam 8 pagi. Sampai di bandara Sepinggan, Balikpapan, jam 11 waktu setempat. Tunggu jemputan sampai jam 1-an. Sampai Samarinda jam 4. Ribut-ribut dan beres-beres bentar, lanjut ke lokasi acara sampai jam 12 malam. Zzzzzzzz……. Capek. Langsung teparrr. Rencana mau jalan-jalan malam lepas acara kandas karena ternyata Samarinda di waktu malam sepi banget #yaiyalah, jam 12 malam getooo….Sebelum tidur, janjian bangun pagi-pagi supaya bisa jalan-jalan puas karena jam 1 kita harus ke bandara. Dannn…..janji tinggal janji. Hahahaha….pada molor dan baru keluar hotel jam 8an.  Zzzzzzz….lagi deh. Itu pun pake ketok-ketok jendela…ckckckck.

Hotel tempat kita nginap ini memang agak-agak aneh desainnya. Jamak bangunan di Samarinda, mayoritas berbahan dasar kayu dari lantai sampai dinding. Termasuk hotel kita ini. Cuman dinding luarnya aja yang disemen. Partisi antar kamar hotel aja dari kayu. Jadi kalau ada yang bicara atau jalan pasti kedengaran. Yang lucu, jendela di kamar saya kira ornamen aja ternyata jendela beneran. Nah di depannya ada jendela kamar lain. Cuman dipisahkan gang kecil tertutup kira-kira 50cm. Ga tahunya itu jendela kamar temen. Hahahaha….ya udah deh, komunikasi via jendela aja. Tukar-tukar barang titipan juga via jendela. Qiqiqiqi….

Dengan waktu yang sangat singkat itu bisa kemana aja di Samarinda? Tanya-tanya petugas hotel, they couldn’t give any recommendations!!! Padahal asli Samarinda. Astagaaa… Mereka yang tidak terlatih atau memang Samarinda tidak punya spot wisata yang ciamik?? Sebelum berangkat sempat browsing di salah satu hotel bintang 5 disini. Di webnya ada link wisata kuliner dan obyek wisata. Di link wisata kuliner, wuihhh…banyak pilihan. Tapi di link obyek wisata…te totttt….kosong aja. Clueless deh kita T_T. Ga ding….ga buta-buta amat…hehehe. Sempat me-list beberapa spot yang menarik. Kebun Raya UnMul salah satunya, tapi pada ogah karena bukan tetengernya Samarinda. Oke baiklah. Desa wisata Pampang. Pada setuju, tapi jauhhhh….1 jam perjalanan. Waktu ga cukup dan ada isu disana ga bisa foto-foto sembarangan. Ada tarifnya, terutama kalau jepreten penduduk asli. Coret lagiii….hiks hiks. Akhirnya…jalan kaki menyusuri sungai Mahakam. Posisi kota Samarinda memang di tepian sungai Mahakam, makanya disebut kota tepian. Oke deh kawannnnn. Dan ternyata pilihan ini ga ada ruginya sama sekali😀

Keluar hotel ketemu pusat sovenir Citra Niaga yang masih tutup. Skip, buat ntar siang. Siapin dompet…qiqiqi. Ternyata kota Samarinda ini termasuk kota tua. Walau tidak seperti kota lama di Semarang atau Jakarta tapi kesannya terasa. Sampai sekarang saya tidak mengerti kenapa Samarinda jadi ibukota Kalimantan Timur, bukannya Balikpapan. Apa karena di tepi sungai, jadi jalur transportasi bebas hambatan untuk menyusuri Kalimantan. Tapi memang sungai Mahakam ini ramai banget. Kapal dan perahu hilir mudik. Kapal penarik tongkang batu bara tiap 15 menit pasti ada aja. Dan batubaranya itu bergunung-gunung. Errr…gunungan atau bukitan ya?? Kebayang pasti dalam nih sungai. Betapa sungguh pemberaninya para atlet dayung yang sempat kita lihat lagi latihan. Perahunya langsing gitu, disalip kapal batu bara bisa goyang-goyang….merindingggg…. Ternyata eh ternyata, besokannya ada festival Mahakam yang salah satu acaranya lomba dayung…huwaaa…double cry T_T. Pantesan umbul-umbul dimana-mana.

Dermaga tepian

Dermaga tepian

Dipilih...dipilihhhh....ditanggung manis, kayak yang punya blog...huahahah

Dipilih…dipilihhhh….ditanggung manis, kayak yang punya blog…huahahah

Kita sempat mampir di salah satu dermaga. Pagi itu lumayan ramai orang bongkar muat. Berpuluh-puluh bagor (keranjang banmbu) mangga baru diturunkan. Dari mana??? Madura!!! Sempat ngobrol-ngobrol dengan bapak ramah yang cerita tentang mangganya. Setiap minggu bisa 4 kali kirim karena di Samarinda mangga tidak berbuah dengan baik. Terlalu sering hujan. Buah-buahan lokal yang tumbuh dengan baik durian, buah naga, nanas (nanasnya yummmmyyyy bangetttt ), dan tomat ceri. Kalau dari Balikpapan, sepanjang jalan pasti banyak yang jual trio buah-buahan ini minus durian. Tentang orang Madura, sepanjang jalan yang kami temui bukan warga lokal. Tapi orang Jawa Timuran. Mulai dari supir travel, supir taksi, sampai abang-abang penjual jajanan pinggir jalan. Hebat bener deh perjuangan mereka. Kalau di Pulau Jawa isinya etnis Padang, di Pulau Kalimantan isinya etnis Jawa timuran ya…hehehe.

Islamic Center Samarinda, dilihat dari sisi....ummm...dekat jembatan deh pokoknya :D

Islamic Center Samarinda, dilihat dari sisi….ummm…dekat jembatan deh pokoknya😀

Puas di dermaga. Kami lanjut ke jambatan Mahakam yang ternyata bentuknya…..ummmm….nothing spesial. Cuman jembatan biasa yang ada tulisannya Mahakam. Aduh duh…kenapa tidak dibuat unik seperti jembatan ampera, barelang, atau apa gitu. Kan ini berdiri di atas tetengernya Samarinda. Mungkin kalau malam bagus ya karena ada lampu-lampunya. Untungnya kekecewaan tidak berlanjut karena ada bangunan cantik di tepi sungai Mahakam. Islamic Center!!! Bagus deh masjidnyaaa. Luas dan bersih. Umbul-umbul dan panggungnnya aja yang ganggu, tidak bisa foto landscape masjidnya. Suasana panas di jalan berganti sejuk saat kaki menapak lantai masjid. Sayangnya, pintu menara lagi ditutup, jadi tidak bisa naik. Masuk ke dalam ada suara-suara seperti orang ceramah. Ternyata lagi ada akad nikah. Intip sebentar…langsung deh berandai-andai….hahahaha. Disenyumin ama takmir masjid deh…qiqiqi. Sayang tidak bisa shalat sunnah di sini😛.

Kubah masjid

Kubah masjid

Cakepppp :)

Cakepppp🙂

Dari masjid ternyata sudah menjelang tengah hari. Endus…endusss…keknya ada bau ga enak nih. Oh God…ada yang nekad jalan bareng dan belum mandi aja….ckckckck… Dorong jauh-jauh si fotografer. Walau cuman setengah hari, alhamdulillah akhirnya bisa jejakin kaki di Kalimantan…hehehe. Yang ternyata di luar bayangan. Tiap ada yang bilang, ntar lewatin hutan. Lagi di hutan nihKesannya kayak hutan beneran, ternyata ngga. Sama saja dengan perjalanan lintas kota Sumatera. Malahan hutan di  sepanjang jalan cenderung lebih turistik. Jadi mikir, hutan yang sebenarnya di Kalimantan seperti apa ya. Sempat browsing ada trip jelajah hutan termasuk ke Derawan (huaaa…pingin bangetttt). Tapi sayang waktunya ga cukup. Mudah-mudahan hutan yang sebenarnya masih ada ya. Tidak dirambah untuk perkebunan dan bangun properti😦

Psssst: photo by vian with my Osin😛

6 thoughts on “Satu Hari di Kota Tepian

  1. Lailatul Qadr

    Ke Samarinda dalam rangka apa? Eh… Konon, kalo dah pernah nyicip air sungai Mahakam, bakal kembali kesana lho…

    Saya juga kangen Balikpapan, Samarinda, dan Bontang..

    Reply
    1. mebigina Post author

      Yang bener bisa balik lagi??? Aduuuh, kmrn ga nyicipin…qiqiqi…mudah-mudahan bisa kesana lagi ya. Rino juga mudah-mudahan bisa kesana lagi ya, melepas kangen😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s