Pak Bibit dan PLIK Bambanglipuro

Cara paling mudah dan murah cari informasi lewat apa sih? Informasi aaaappa aja. Tanya ke dosen, guru, dokter, seniman, pemerintah? Pastinya informasi dari mereka terbatas di bidang tertentu aja kan ya. Dan nguber-nguber mereka buat tanya-tanya ini itu pastinya makan waktu banget. Atau tanya ke “orang pintar” aka dukun??? Qiqiqi…ga banget deh. Informasi yang didapat ga bener, syaratnya ribet, belum lagi kalo dukunnya cabul. Ihhhh…. Trus cari dimana dong?? Ah, pasti yang baca dah pada tahu (ge-er banyak yang baca…hahaha). Yaaaa pastinya via nternet!!!

Jaman gini ga ada lagi cerita susah cari info apa pun. Tinggal buka jendela browser, ketik aja info yang ingin dicari. Langsung deh banjir informasi. Tinggal siap-siap memfilter, mana informasi yang kredibel untuk kita ambil mana yang sampah. Buat mereka yang tinggal di perkotaan atau di pinggiran kota, gampang banget ya akses internet. Entahkah ke warnet, berlangganan di rumah, atau langsung melalui gadget. Tapi mereka yang tinggal di perdesaan gimana? Warnetnya jauh. Sinyal seluler timbul tenggelam. Komputer/laptop tidak punya. Aduh merana banget. Padahal menurut riset di beberapa negara berkembang, seperti Indonesia,  penetrasi internet mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Yaaa…untuk Indonesia masih perlu dibuktikan lagi karena aktivitas berinternet orang Indonesia masih untuk konsumtif dan hiburan, bukan aktivitas produktif.

Meski aktivitas berinternet masih…ya gitu deh…bukan berarti saudara-saudara kita yang di perdesaan tidak berhak mendapat akses internet. Setiap kita berhak mendapatkan informasi dan tercerdaskan sekaligus tercerahkan dengan informasi. Termasuk di daerah perdesaan. Nah, kebetulan Kementrian Kominfo punya beberapa program untuk menggelar jaringan internet di daerah rural. Salah satunya Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). Kalau tidak salah, total PLIK di seluruh nusantara ada 3.428 buah. Wahh…banyak ya. Hamdalah, saya sempat menelusuri beberapa PLIK di Kab. Kulonprogo (DIY). Salah satu PLIK yang hebring banget dikelola oleh Mas Sutrisno. Lokasinya di pinggir jalan Desa Nanggulan. Nah, untuk daerah Kab. Bantul saya menemukan satu lagi PLIK yang TOP. Lokasinya di Kec. Bambanglipuro. Kira-kira 200m di belakang kantor lurah.

PLIK ini dikelola pria muda, namanya Irwanto. Di tangan dingin mas Irwanto, PLIK berkembang dengan pesat. Ga pernah sepi pengunjung. Apalagi selepas pulang sekolah. Wuiiihhhh…ngantri dan berisik. Hahahaha…..nama pun anak-anak ya. Walau duit jajan terbatas, ga masalah tuh satu komputer dipakai bertiga. Semakin sore semakin ramai dan pengunjung berganti remaja hingga dewasa. Tarifnya murah aja. 2000 perak per jam. Belum termasuk happy hour, diskon, voucher, ama gratis soft drink. Kurang servis apa coba….hahaha. Buat yang ga mau ngantri bisa kok bawa laptop sendiri trus akses internet via hotspot yang disediakan. Ada yang gratis, ada yang berbayar.  Pantesan ramai!!! Berkat kerja keras mas Irwanto ini, masyarakat desa memiliki akses informasi yang luas. Makin cerdas, makin terangkat ekonominya.

Mau bukti?? Lihat aja deh film dokumenter yang saya, vian, radit, dan mr jujur buat.

Hebat ya. Berkat PLIK, peluang usaha Pak Bibit semakin luas. Udah kayak artis aja tuh si Pak Bibit. Tiap bulan ada yang datang, ada undangan ke luar kota. Hamdalah😀. Dulunya kripik bonggol pisang Pak Bibit tidak dilirik. Toko-toko tidak mau terima. Setelah buat website dan mempromosikan kripiknya. Pesan mengalir deras. Omzetnya perbulan bisa sampai 30 juta lho. Belum termasuk penghasilan dari memberikan pelatihan. Onde mandeeeee. Dan sekarang sudah punya sertifikat halal dari MUI. Makin laris manis tanjung kimpul deh. Seperti efek domino, usaha Pak Bibit ini bisa mengangkat ekonomi orang lain. Mulai dari pemasok bahan baku, tenaga kerja, distributor, bahkan pengecer. Rantai bisnis bisa jadi panjang karena internet!!

Dan hamdalah juga buat mas Irwan yang berkat kerja kerasnya bisa jadi nomor 3 pengelola PLIK terbaik nasional. Selamat yaaaa. Diantara kisah sukses pengelolaan PLIK yang baik ada juga kok PLIK yang mati karena tidak dikelola. Entahkah mereka kurang kerja keras, entahkah mereka tidak tahu cara mengeoperasikan. Untuk yang seperti ini memang perlu dukungan luar biasa. Tidak bisa melihat manfaat PLIK ini dari sisi ekonomi pengelolanya saja, tapi bagaimana masyarakat juga bisa terangkat sosioekonominya. Aduh…kenapa jadi berat nih omongannya…hahaha.

Oya, niat kita berdua memfilmkan PLIK ini bukan buat gaya-gayaan. Tapi kita emang pingin mempublikasikan program PLIK ini yang ternyata manfaatnya besar banget. Kita berharap dari film ini siapa pun bisa tergugah untuk mengelola PLIK dengan lebih baik lagi. Menggunakan internet (PLIK) dengan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat. Semangatttttt!!!

6 thoughts on “Pak Bibit dan PLIK Bambanglipuro

  1. budiyono

    Salut kreativitasnya…membangun…teruskan…!!! semoga kerjasama pengembangan sektor ekonomi masyarakat, dimulai dari program pemerintah (Kemkominfo, dengan MPLIKnya), masyarakat yang peduli kemajuan, dan peneliti (kreator pemberdayaan masy) seperti ini menggugah yang lain mengikuti jejaknya, masyarakat semakin berdaya dan sejahtera…amin.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s