Medan ohhh Medan (part 1 yaaa)

“Nanti di jalan, jangan lupa shalawat ya. Sama baca ayat kursy”. Abah.

Dan kita semua lupa baca karena saking senangnya mau jalan-jalan

โ€ฆ..

Selepas menghabiskan sepiring lontong Medan komplit. Sepiring lupis berlumur gula merah kental, yang mana sepiring itu ada dua lupis dan belasan cenil. Beberapa tusuk sate kerang *penting ditulis beberapa tusuk untuk kamuflase๐Ÿ˜€. Dan segelas the panas. Kami lanjut pulang. Jalan kaki untuk menghilangkan segala rupa karbohidrat. Sungguh tidak signifikan penghilangannya karena jarak rumah-kedai makan kurang dari 5 menit dan sesampainya di rumah lanjut gigit-gigit keripik. Mari salahkan krucils Azra yang lama tak kunjung tiba sehingga menyebabkan kerusakan parah menu sarapan๐Ÿ˜€.

Trip ke Medan diawali dengan jalan-jalan ke Danau Toba, Parapat. Standar banget yaโ€ฆhahahaโ€ฆ Pokoknya, belum ke Medan kalau belum ke Danau Toba!! Kami baru berangkat jam 10 waktu jam tangan. Takjub dengan energi Azra. Selalu 100% tidak habis-habis. Bayangkan, dari Penyabungan jam 7 malam. Sampai Medan jam 9 pagi. Lanjut ke Parapat dengan perkiraan 4-5 jam perjalanan. Padahal Penyabungan – Parapat cuman 2 jam saja!!! Emang niat pingin jalan bareng ya, jadi kuat-kuat terus.

Awal perjalanan tidak banyak yang dilihat. Begitu memasuki Tebing Tinggi, mata langsung segerrrrโ€ฆ Kanan kiri perkebunan kelapa sawit dan karet berderet rapi. Dulu menanamnya pakai meteran apa ya, bisa pas gitu ukurannya. Tidak sedikit perkebunan yang agak menjorok ke dalam dan menyisakan ruang kosong berumput halus untuk leyeh-leyeh. Pelintas jalan bisa istirahat disini, gelar tikar, tidur-tidur, main-main. Asal jangan iseng metik atau merusak kebun orang๐Ÿ˜€. Nah, sepanjang jalan banyak yang jualan lemang. Aiiii….langsung netes-netes air liur. Sudah lama tidak makan lemang. Pulut atau ketan yang dibakar di dalam bambu. Berminyak karena santan yang berlimpah. Dicocol di tapai ketan hitam. Rasanyaaaa….nom..nommmm… Sayangnya kita tidak berhenti di pinggir jalan karena si abang supir menjanjikan lemang batok yang rasanya maknyosss. Janji dia, kalau sudah makan lemang batok lupa sama mamang-mamang lemang yang lain๐Ÿ˜€. Dan ternyata betulllll….. Lemang batok ini endusssmarendusss *percaya lidah saya deh๐Ÿ˜›. Pilihan cocolannya pun ada dua, tapai ketan dan srikaya. Sayangnya saya kurang suka selai srikayanya, terlalu manis saya kan udah manisss.ย  Bentuknya berbeda dengan srikaya umumnya. Warnanya lebih coklat karena ada campuran karamel gula dan sedikit lebih encer. Bungkus duaaaa!!!

Lemangnya gede-gede...bukan lengannya yang gede, apalagi lengan saya :D

Lemangnya gede-gede…bukan lengan yang jualan yang saya maksud, apalagi lengan saya๐Ÿ˜€

Perjalanan lanjut menuju Pematang Siantar. Dan kanan-kiri tidak lagi kebun sawit atau karet. Tapiย door smeer.ย Bertaburanย doorsmeer, kanan-kiri, bahkan cuman berselang 100 m sudah ketemuย doorsmerย lagi.ย Bukan kebun daun pintu apalagi daun jendela. Bukan pula jasa semir pintu. Tidak ada jasa pengecatan warna pintu jadi coklat, burgundy, deep purple, apalagi deep blue sea. Tetapi jasa ini juga bikin penampilan cakep, bersih, kinclong๐Ÿ˜€. Yaaa…doorsmerย adalah jasa cuci mobil/motor dan tidak sedikit plus jasa tambal ban. Qiqiqi..beda daerah beda istilah ya. Unik juga. Dan terlalu banyak melihat tulisanย doorsmer bisa berujung masalah buat kami juga๐Ÿ˜ฆ.

Setelah bercanda-canda di mobil. Membat kerusakan di piring-piring warung makan Top yang spesial menyuguhkan burung goreng *burung dara gorengnya enak, renyah dan gurih, tapi sayang kecil-kecil, disajikan cuman setengah badanย :P. Akhirnya sampai juga di penginapan Darma Agung Beach Hotel. Hotel sederhana tapi nyaman di pinggir danau Toba yang sampaiย check out tak jua saya temukan dimanaย beach-ย nya. Rate hotelnya termasuk murah, tidak sampai 400 ribu plus sarapan nasi-mie gorengย . Bersih, luas, ada TV imut *ga penting nonton kalau lagi jalan๐Ÿ˜€, kamar mandinya juga bersih. Tidak ada AC, sudah adem bangettt. Kalau mau menginap disini, pesan kamar yang menghadap danau ya. Ada balkon buat menikmati danau. Dan pilih kamar mandi pakai bak supaya bisa tampung air panas *yaa,,,kalau bisa pilih๐Ÿ˜€. Karena air panasnya disediakan jam tertentu dan agak lama panasnya. Tapi jika kamu tidak mau mandi atau pecinta mandi ala 2 jari atau nyaman-nyaman aja dengan bau badan, abaikan saran ini๐Ÿ˜€.

Sayangnya, sampai disana mendung. Berkabut pula. Tidak bisa melihat danau dengan jelas. Apalagi pulau Samosirnya. Jadilah kita semua tebak-tebakan dimana pulau Samosirnya. Apalagi malam harinya ada cahaya di kejauhan yang bergerak pasti dari atas ke bawah. Itukah Samosir?? Besar amat. Kalau Samosirnya aja besar, danaunya lebih besar dong yaa. Dan betapa Allah niatnya susah ditebak ya. Tiba-tiba kasih bencana super duper maha dahsyat. Tapi setelahnya ada tempat cantik yang tercipta. Jadi dana Toba terbentuk akibat gempa vulkano-tektonik.Adalah gunung Toba, gunung purba aktif, yang memancarkan isi perutnya secara hiperaktif sekitar 74.000 tahun lampau. Tidak cukup letusan gunung. Allah juga kasih gempa sesar akibat pergeseran lempeng Indo-Australira. Kombinasi dua bencana (vulkano-tektonik) yang nyaris menamatkan sejarah hidup manusia inilah yang membentuk Danau Toba. Makanya, bentuk danau tidak bulat seperti danau lainnya yang terbentuk karena gempa vulkanik. Tetapi memanjang (sesar) dengan sisi terpanjang 90 Km (asal usul ini saya dapat dari nationalgeographic.coid) Saya tidak mengukur panjangnya, tapi saya haqqul yaqqin panjangnya. Karena pulangnya kita melewati jalur berbeda melintasi tepian Danau seperti menyusuri tepian laut. Sayang, kami tidak ke Pulau Samosir karena (1) hari sudah terlalu sore, (2) angin kencang banget plus kabut mendung, (3) dingin menusuk tulang enakanya kemulan di ranjang, (4) dititah sang maharaja babe untuk tidak menyebrang!!!.

Perahu cantik ke Pulau Samosir. Ada hubungan apakah antara Tony Fernandes dengan pemilik perahu ini???

Perahu cantik ke Pulau Samosir. Ada hubungan apakah antara Tony Fernandes dengan pemilik perahu ini???

Malam... (iye tahuuu)...enaknya ngariung di gazebo sambil nggragasin jagung bakar

Malam… (iye tahuuu)…enaknya ngariung di gazebo sambil nggragasin jagung bakar

Apakah orang Medan lihat pohon seperti orang India di pilem-pilem???

Apakah orang Medan lihat pohon seperti orang India di pilem-pilem???

Ketika malam mulai genap beringsut. Saat perut mulai teriak-teriak kelaparan. Saat lemang tapai, roti, popmie, dan chitato tidak bisa lagi membungkam. Datanglah bencana.

Sebagian besar dari kami, para tuan rumah, ke luar cari makan untuk di makan bersama di hotel. Tak lama mereka keluar. Hujan deras mengguyur disertai petir sahut menyahut. Saat mengintip di balkon….blasssstttttt….baru sekali itu lihat “pedang” Allah menyambar dataran P.Samosir. Tebal, panjang, bersinar terang. Astagfirullahhh…subhanallahhh. Jam 8 rombongan belum juga datang *elus-elus perut. Jam 9 tak terdengar ketukan di pintu dari mereka apalagi dari Sadako..hiii… Tuninut, sms masuk “in sory, ban gembes, mau diganti ban serep, sabar ya”.ย Baiklaaa.. Jam 10, masuk sms lagi “in, ban serepnya juga gembes. mobil ga bisa jalan, kami stuck..ga tau dimana”ย  Nah loooo… Menjelang jam 11 baru datang. Mobil ditinggal karena ban gembes semua. Tidak ada bengkel. Tidak adaย doorsmer. Tidak ada orang yang bisa dipinjamin bannya. Keputusannya, dua pria gagah berani balik lagi ke mobil setelah mengantar para wanita dan anak-anak. Tidur di mobil. Menunggu terang. Menunggu abang-abang ganteng tukang tambal ban.

Dan kami semua makan dalam diam. Walau ditemani ikan sipora-pora khas danau Toba. Membayangkan para pria. Menggigil kedinginan. Hujan belum juga reda. Terbaca running textย Metroย di TV kecil, dua wisatawan Jerman terjebak hujan saat mendaki Samosir. Satu tergelincir dan dipastikan tewas. Satu masih hilang. Tiba-tiba Dhidot ngomong…

“Bu, kita tadi kan ga shalawat dan baca ayat kursy yang disuruh abah, makanya celaka terus :(“

“….”

One thought on “Medan ohhh Medan (part 1 yaaa)

  1. Pingback: Medan ohhh Medan (part 2) | inalicious

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s