Familycation :D

Yeayyyy….akhirnya bisa trip bareng keluarga minus para pria…hihihi. Trip ini sudah lama saya angan-angankan. Bolak-balik diceletukin. Alhamdulillah ada yang respon dan langsung dieksekusi. Sebenarnya, ada 3 trip keluarga yang saya impikan. Satu sudah terpenuhi. Satu lagi tinggal tunggu waktunya, semoga sehat semua sampai waktunya tiba ya. Dan satunya lagi….entah kapan😦. Nah, trip yang satu ini ada temanya…hihi…”back to the past, hug and shake our family”. Alias rendezvous ke kota-kota masa kecil, menemui sodara-sodara yang sudah lamaaaaa banget ga ketemu.

Awalnya ada 5 kota yang ingin saya jejaki. Sayang, masa cutinya cuman sebentar. 7 hari saja jenderal!!! Tambah sabtu minggu lumayanlah dapat 10 hari. Dan tetap dong ya ga puasss. Mana pun telunjuk pada diarahin ke saya tiap ada yang tanya “Kok sebentar???” , “Kok cepet amat siiih??”. Yaaa…situ enak liburnya panjang. Malahan ada yang tiap hari libur. Masak sih saya ditinggal, kan saya pencetus idenya…ya kann..ya kannn…

 

Tentang apa?? Siapa aja??

Sudah sebut kan ya temanya “back to the past, hug and shake your familiy”. Yup, jadi tujuan utama trip kita adalah silaturrahmi. Terutama ke sodara-sodara, kenalan-kenalan babe dan nyonya rumah. Beberapa kali saya dengar, nyonya rumah cerita tentang si ini si itu yang sebagian saya lupa wujudnya apalagi namanya. Babe pun setali tiga uang sama nyonya rumah. Dari ceritanya itu, saya kok melihat binar rindu di matanya ya. Meski tidak diucapkan, getarannya terasa….halahhh…. Jadi, keinginan untuk trip bareng makin kenceng. Dan terbukti dong ya, yang paling heboh di awal keberangkatan si nyonya rumah. Bawaan oleh-olehnya kok banyak amat. Saya yang biasanya travel-light, pusing packing bawaan sebanyak itu. Akhirnya double bag deh…hahaha.

Tapi jalan berdua aja ga seru. Akhirnya ngajak dua pricils dan kipar (kakak ipar). Dari kecil sampai SMA, ortu selalu ngajak anak-anaknya trip ke luar kota. Dan saya pingin pricils juga merasakan hal yang sama. Berhubung ortunya pada ga bisa nemenin, tantenya yang imut dan baik hati ini dong yang nemenin. Dan yang dititipin ga cuman anaknya aja, tapi duit jajan anaknya juga…..hahaha…*siap-siap ambil komisi😀. Jadi, kita berlima, para perempuan perkasa traveling ke tiga kota dengan bawaan segambreng. Gimana kolaborasinya??? Hahaha….yang jelas, banyak bersyukur sepanjang dan akhir perjalanan.

 

Kemana aja???

Rencananya mau ke lima kota masa kecil. Tapi Bengkulu dan Padang terpaksa dicoret karena waktu duitnya ga cukup😀. Kita sempat 6 tahun tinggal di Bengkulu, jadi pasti banyak kenangan dan kenalan yang tertinggal di sana. Apalagi pricil Putput juga sempat tinggal di sana. Kalau Padang sih, hanya tempat transit saat perjalanan ke Pekanbaru-Bengkulu. Jaman dulu kan mainannya bis, ga kuat naik pesawat..:D. Bermabok ria di kelok sembilan dan kepahiang. Begitu sampai di Padang, langsung makan sate padang.  Kemepyar matanya, segerrrr. Mual-mual langsung hilang. Ni mabok apa lapar tho???

Akhirnya trip diputuskan ke Batam-Pekanbaru-Medan. Belum ada yang pernah ke Batam tapi di sana ada adik nyonya rumah yang sudah lama banget ga ketemu. Pekanbaru, jelas dong ya. Tempat kita, kakak-adik lahir. Alhamdulillah masih ada yang kenal saya…haha…tapi tetepppp yang terkenal ayahnya Dhidot😀. Nah, terakhir ke Medan. Silaturahim ke besan yang sudah bolak-balik ke rumah tapi belum pernah kita datangi. Terakhir….ya pas nikahan ayahnya Dhidot…qiqiqi.

Nah, disana kemana aja? Errrrrr…ke rumah-rumah…hahaha. Kan judulnya silaturahim. Disempatin juga jalan ke tempat wisata. Kasihan pricils kalau cuman jalan-jalan dari rumah ke rumah. Tapi hanya Medan saja yang kita jelajahi karena waktu di sana lebih lama dan banyak yang bisa dikunjungi. Sedangkan Pekanbaru dan Batam…ya begitulah😛.

 

Makan apa???

Lontong sayur, lontong medan, sate padang, roti canai plus kari, lupis, gule ikan sale, udang galah, ikan belibis, martabak telor, apalagi yaaaa… Yang jelas pulang-pulang telapak kaki berasa ditusuk-tusuk tanda  kolesterol naik😀. Lha makannya serba santan dan serba dedagingan. Tapi puassss…:D. Sebenarnya beberapa ada yang jual di Solo, tapi rasanya sungguh-sungguh beda. Rasa manis masih terasa di lidah. Beda kalau dibuat langsung penduduk asli di kota asalnya. Ada juga makanan baru yang sempat kita coba dan direkomendasikan banyak orang. Sup ikan Yongkee!!! Yang sukses bikin nyonya rumah mabok ga berhenti-berhenti dan berujung kapok nyobain lagi…qiqi *pukpuk mommy. Mungkin karena kecapekan, rasa amis masih terasa di lidah, perutnya langsung berontak. Kalau buat saya sendiri, rasanya biasa-biasa saja. Tidak seheboh yang diceritakan teman. Kecuali gonggong. Kerang atau siput laut ya, yang kulitnya suka terdampar di tepi pantai. Makannya pakai dicungkil-cungkil. Isinya tak sebesar badannya, sungguh menipuhhh😀.

Dan setelahnya adalah....naik berkilo-kilo dan langsung naik kolesterolnya...*pijit-pijit telapak kaki

Dan setelahnya adalah….naik berkilo-kilo dan langsung naik kolesterolnya…*pijit-pijit telapak kaki

Satu-satunya makanan yang bikin saya merem melek adalah….nanasssss!! Hahaha…nanas pekanbaru berhasil bikin ketagihan. Rasanya manis kecut, renyah, tidak terlalu berair. Ihhh..beda banget dengan nanas jawa yang imut-imut dan ga ada rasanya. Sempat coba nanas karo juga, rasanya masih kalah dengan nanas pekanbaru…slurrrrpppp

 

Cuman bisa ngeliatin foto sambil ngencess....puasa.

Cuman bisa ngeliatin foto sambil ngencess….puasa.

Endingnya gimana???

Seneng ngeliatnya :D

Seneng ngeliatnya😀

Sampai di rumah dengan selamat dan disambut babe dengan geleng-geleng…kenapa bawaan kalian jadi beranak pinak bercucu bercicit???  Dan sempat kebingungan mencari pricils di bandara karena kita semua sibuk melototin conveyor belt. Ternyata mereka berdua sudah mojok, milih-milih donat di DD. “Aku laparrrrr…”

Yang jelas bersyukur banget. Bukan tentang apa yang kita datangi. Tapi apa yang kita lihat dan rasakan. Masih di kesempatan buat traveling bareng-bareng. Bisa melihat dua pricils akur dan makin akrab. Bisa melihat menantu-mertua curhat-curhatan, kompak lah😀. Nyonya rumah dan besan bisa ikrib banget😀. Bersyukur kehidupan kita lebih baik. Satu pelajaran yang saya petik. Harta dan jabatan tidak menjamin kehidupan di masa tua yang baik kalau anak-anak tidak bisa mengelola dengan baik dan menyayangi anaknya. Satu-satunya harta terbaik di masa tua dan kehidupan setelahnya adalah anak yang sholeh😀.

 

Cerita jalan-jalannya ntar aja ah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s