Dan Segalanya Luruh Bersamamu

Aristoteles mungkin sedang menggigau ketika mengatakan sahabat adalah satu jiwa dalam dua tubuh. Dia mungkin rada rada sinting kali ya. Bukannya one soul in two bodies itu para suami istri. Para pejalin cinta. Yang setiap getar getar pada kekasihny juga ia rasakan. Saya pikir begitu. Dan kata-kata Aristoteles hanyalah sekedar quote, kata-kata mutiara.

Ternyata tidak.

Nasib menjadi nomaden. Tidak pernah bisa punya sahabat yang bisa langsung kamu tatap matanya. Kamu pegang tangannya. Atau kamu rangkul. Kamu peluk. Kamu kecup pipinya. Semuanya jauh. Saya di Solo. Mereka di kota lain. Konsekuensi logis yang harus dihadapi saat kehidupan berkembang. Sahabat sahabat saya bukanlah makhluk statis. Mereka dinamis. Bergerak mengikuti irama kehidupan yang Tuhan takdirkan. Bukan yang kita rencanakan.
Sejauh apa pun mereka berada, entah mengapa saya merasa seperti terjalin secaa batin. Tiba tiba merasakan ada sesuatu yang tidak beres nih dengannya. Atau sebaliknya, mereka merasakan sesuatu yang ga bener dengan saya. Acapkali feeling itu benar. Teramat sering terjadi. Entah mengapa.

Tatkala sahabat memutuskan hal terbesar dalam hidupnya. Merencanakan sesuatu dan menjalaninya. Kerap merasakan, it will gonna be not good. Ingin melarang tapi rasanya tak bijak. Dan ketika kekhawatiran benar benar terjadi. Ingin rasanya ngomong, aku bilang juga apa kamu g mo denger sih. Itu ga hanya ga bijak. Tapi juga tolol bin dungu.ย Dinamika persahabatan mengharapkan kita menghormati keputusannya. Mendukung ia kala keputusannya membawa angin buruk. Menyemangatinya kapan pun. Jangan pernah mengatakan siap jadi tempat bersandar. Percayalah saya itu sulitttt. Tapi…ya harus berusaha untuk siap.

Malam ini, seorang sahabat akan meninggalkan tanah air. Berkumpul dengan suaminya. Ia mengucapkan selamat tinggal tapi saya menolak ucapan perpisahannya. Karena dari dulu kita sudah berpisah jarak. Hanya sekarang lebih jauuuuhh. Saya yakin suatu saat akan menatap matanya lagi. Langsung. Hingga masanya tiba, cukup bersyukur dengan kemudahan komunikasi.ย Sungguh saya bersyukur Tuhan mempertemukan saya dengannya, 13 tahun yang lalu, dalam lingkaran iman. Walau selepasnya kita banyak berbuat konyol dibandingkan teman-teman lain…qiqiqi. Ia tahu bagaimana saya, ga seperti yang orang lain duga. Saya menikmati obrolan ngalor-ngidulnya. Obsesi kita menjadi kurus langsing nan aduhai…qiqiqi. Yang semuanya gagal total…hahaha… Lah, dari pagi sampai malam yang diobrolin makanan terus. Gimana mau langsing coba…qiqiqi. Berbagi impian. Sungguh ia tidak tertawa dengan impian saya yang ajaib-ajaib..:D. Yang lebih berarti, ia dan seorang sahabat lainnya menemani saya di saat-saat sulit. Itu semua dilakukan hanya melalui sms, chat, dan jarang sekali telpon๐Ÿ˜€.

Mereka, sahabat yang luar biasa.ย Betapa anugerah terindah dari Tuhan. Semoga rasa ini tidak hilang. Bahkan semakin kuat. Bukan rasa untuk memiliki, tetapi rasa untuk saling berbagi. Thanks to be my soulmate๐Ÿ™‚.

2013-03-09 09.50.03

2 thoughts on “Dan Segalanya Luruh Bersamamu

  1. rans

    Aristotle said that friendship is one soul dwelling into two bodies. not two souls in one body๐Ÿ™‚

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s