Dear My Yellow and Pinky Pramex

Yup. Hari ini tepat satu bulan hungan cinta kasih sama Pramex aka Prambanan Express renggang. Dan kemarin, sudah diputuskan. Talak. Talak. Tidak sampai 3 kali talak. Masih berharap Pramex pulih seperti masa-masa romantis.

Tahun ini sudah 4 tahun jadi pelanggan setia Pramex. Untuk urusan transportasi pergi-pulang Solo-Jogja sangat membantu. Tarifnya lumayan murah, jam keberangkatan jelas *yah..telat telat dikit dimaklumi*, perjalanan 2 jam dengan bis cuman butuh waktu 1 jam, nyaman, ga bikin capek. Selama 4 tahun mengalami manis, pahit, geli, sebelnya bareng Pramex. Apalagi teman-teman komunitas juga banyak. Sudah kayak saudara walaupun gak tahu nama, cuman tahu wajahnya aja…hehehe… Ada kumpul bareng halal bi halal. Pakai door prize handphone ama magic com lagi Keren ya…qiqiqi.  Hubungan dengan pihak manajemen juga baik. Masih mengalami tarif Kartu Trayek Berlangganan (KTB). Kalau pakai KTB, diskonnya bisa 50ribu sendiri untuk perjalanan 1 bulan PP, bayar dimuka. Membantu banget. Kalau keretanya mogok, diganti dengan kereta K3 alias kereta ekonomi yang lagi nganggur. Yang didalamnya bau apek, berdebu, rebutan kursi sama kecoak dan kutu. Tapi kita terima, yang penting perjalanan kereta lancar. Kenal baik dengan mas-mba Prestis yang jualan di kereta. Numpang baca koran gratis. Ngalamin masa-masa evolusi duduk juga. Dari berdiri, lesehan, sampai punya kursi lipat sendiri.

Sempat terkunci di dalam kereta yang mogok lebih dari 30 menit, kehabisan napas. Jadi keretanya mogok, mesinnya ga mau jalan. Otomatis pintu hidroliknya ga bisa dibuka. Padahal dalam kondisi semua penumpang sudah di dalam kereta, siap berangkat. Bengek deh di dalam kereta. Yang bapak-bapak berusaha dorong pintu supaya udara bisa masuk. Gagal. Alhamdulillah cuman 30 menit *indo banget ya, masih ada untungnya…qiqiqi* 

Yang namanya terdampar di stasiun sampai di tengah sawah pas malam gelap gulita pun pernah. Kereta mogok gok, ga mo bergerak barang sesenti pun. Coba ya bisa didorong kek mobil, ku bantuin dorong deh😀. Ngapain dong di tengah sawah gelap-gelapan. Bengong. Ngomel-ngomel sama petugasnya ya percuma. Bengong sambil nunggu bala bantuan datang. Dan yang namanya pindah kereta di tengah sawah itu susahnya bukan main. Pintunya tinggi boookkk. Berkali-kali mogok di tengah jalan, saya pilih ga keluar dari kereta sepanas apa pun. Kalau sudah turun susah naiknya. Mending di atas aja, kalau pindah tinggal loncat. Dan segala kenangan bersama Pramex harus berakhir mengenaskan. Kecewa lahir batin :((.

Berawal dari penghapusan KTB. Kenaikan tarif berkali-kali dalam jangka waktu yang pendek. Penghapusan beberapa jadwal. Janji-janji KAI kalau jadwal akan kembali normal. Nyatanya selama 3 bulan konsumen dibohongi dengan pengumuman yang diulur-ulur. Sampai akhirnya musibah Pramex terguling. Jadwal dihapus semua tinggal 3 kali pemberangkatan. Deep in my heart, sedih Pramex terguling. Apalagi banyak teman-teman yang jadi korban. Dan sepertinya tidak memperoleh kompensasi apa pun. Ga ada seorang pun mengharapkan kejadian itu kan ya. Namanya juga musibah.

Sayangnya, pihak manajemen KAI menyikapinya dengan kebijakan yang aneh. Sangat-sangat merugikan konsumen yang sebagian besar adalah pelanggan loyal belasan tahun. Dan dari tangan mereka lah, Pramex bisa ramai peminat seperti sekarang. Jadwal Pramex yang dihapus justru saat jam pulang-pergi pegawai yang nglaju. Konsumen setia Pramex!! Dan sebagai gantinya, manajemen menggunakan KRDE AC yang tarifnya jauh lebih mahal. 20.000 sekali jalan. Astaga!!! Di jakarta pun yang AC ga sampai 10ribu deh. Dan yang bikin sakit hati adalah kereta pengganti itu adalah kereta trayek lain (Maguwo Express) yang tidak ada peminatnya alias sepi pi pi. Dengan kata lain, manajemen membebankan biaya operasional KRDE AC ke pelanggan Pramex. Arrrggghhhh!!!

Beberapa kali saya dan teman-teman menanyakan kebijakan yang aneh ini. Mengeluhkan pelayanan dan kebijakan yang sama sekali ga memihak konsumen. Sangat kelihatan kebijakan sekarang lebih profit oriented. Sebagai perusahaan negara, monopoli lagi, seharusnya kebijakan itu memihak rakyat kannn. Alasan pengadaan AC di kereta menambah biaya operasional sangat tidak masuk akal. Tidak ada subsidi lagi katanya.

Sebagai orang awam saya melihatnya simpel aja. Masyarakat butuh transportasi massal yang murah dan nyaman. Jadi desainlah kereta api yang sesuai untuk itu. AC bukan prioritas. Toh perjalanan hanya 1 jam ini dan tidak melewati gurun sahara. Tidakkah manajemen menyadari kebijakan itu sangat memaksa konsumen. Menyebabkan jalur Solo-Jogja semakin macet karena memilih transportasi bis,mobil probadi, bahkan motor. Yang artinya makin banyak polusi. Saking kecewanya dengan pihak manajemen saya sempat ngobrol dengan petugas KAI sampai berkaca-kaca. Dan segera balik badan, sebelum tumpah beneran. Ya, saya tahu. Bicara dengan beliau tidak akan menyelesaikan apa pun karena bukan pengambil kebijakan. Sayangnya pihak manajemen entah dimana. Kasian petugas peron, kondektur, kepala stasiun kena hujan pertanyaan dan komplain konsumen. Padahal mereka tidak tahu apa-apa, hanya menjalankan perintah.

Sempat baca di Solopos, akan ada pengadaan 200 gerbong kereta Pramex dari Kemenhub. Semoga benar tereliasasi. Dan benar-benar ditujukan untuk kepentingan transportasi massal yang murah, aman, tepat waktu. Agar tidak jatuh talak 3.  Sungguh remuk badan naik bis bolak balik. Sungguh ku masih mencintai dan menantimu my Dear Pramex.

Foto-foto kenangan bersama Pramex. Miss you dear

mogok di stasiun maguwo, baruuu aja lepas dari lempuyangan

pindah kereta…ooouucchh…tingginya pintu kereta

maaakk….kita jadi naik kereta ga??

i’m fat guy with no money and lost in train…hehehe…nasib mu deeekk

saya ini pelajar, saya sempat-sempatin belajar di pramex, demi bapak-ibu. lha kalu sekarang jadi 20rb, trus gimana saya?? :((

Pasrah….mogok di tengah sawah with no light

One thought on “Dear My Yellow and Pinky Pramex

  1. Pingback: Pramekers: From Train to Bus | inalicious

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s