Nginap Murah Di Tengah Kota Jakarta

Pekan lalu saya menyempatkan diri ke Jakarta. Saya jarang ke Jakarta kecuali tugas kantor. Bagi saya, ke Jakarta berarti kesempatan ketemu teman-teman kuliah. Sebenarnya beberapa Saudara ada di Jakarta, tapi saya tidak menginap di sana. Karena niatnya emang mau reunian,kumpul-kumpul, ngerumpi sampai malam yang pasti akan mengganggu tuan rumah. Jadilah saya cari penginapan yang murah-murah dan strategis.

Jalan Jaksa, diambil dari w3.indonesiamatters.com

Sejak awal saya ngincar hostel di Jl.Jaksa, Kebon Sirih. Sekarang namanya Jl. Wahid Hasyim. Tapi turis internasional lebih kenal dengan nama Jalan Jaksa. Awalnya, jalan ini jalan biasa pada umumnya. Jalan kecil yang muat satu mobil dan cukup padat dengan perumahan. Jalan Jaksa mulai dikenal tahun 1960 melalui International Youth Hostel federation (IYHF).  Kemudian Nathaniel Lawalata,menjadikan rumahnya sebagai penginapan bagi turis asing. Namanya Wisma Delima. Sejak itu, Jalan Jaksa ramai dikunjungi turis asing berbujet rendah sebagai lokasi transit sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain. Dimana ada hostel, berarti lokasi itu strategis, mudah diakses, dan pastinya murah.

Mulailah saya brosing. Dari Yellowpages sampai Jaksa  Information Guide. Sampai akhirnya nemu situs bagus yang memberikan review hostel, mulai dari harga sampai kebersihan. Saya catat semua, terutama yang harganya murah dan bersih. Forward ke temen untuk cek langsung. Ternyataaa….harga di situs ga up2date. Harganya mahal euy. Sempet hopless. Alhamdulillah, temen nemu penginapan di jalan jaksa yang oke. Murah,bersih, dan “aman”. Namanya Wisma Haji….weeee…..begitu denger kata “Haji”, hati langsung nyaman niii…hehhehehe… Coz, saya membayangkan jalan Jaksa seperti Legian.Ramai turis. Banyak bar. Berisik musik tarantung tung. Makanya takjub banget ada wisma haji disana…hehehe…

Walau tua, wismanya cukup terawat. Saya ambil kamar standar double bed seharga 180.000/malam. Kamarnya luas, kiran 5x5m. Ada AC yang beneran dinginnya. TV 14″ dengan saluran TV nasional, bukan TV berlangganan. Toiletries : sikat gigi, odol, dan sabun. Aqua 2 botol. Kamar mandinya bersih. Toilet model jongkok. Dan ada showernya. Airnya ngalir deras. Untuk kelas wisma, saya menilainya bagus bangeeeettt. Cuman tidak dibersihkan tiap hari aja. Jadi kalau menginap dalam jangka waktu yang cukup lama, jangan lupa meletakkan tempat sampah di luar kamar. Kalau tidak, kamar bisa bau sampah. Mayoritas yang nginap orang lokal. Entahkah transit atau ada workshop.

kamar di wisma haji...bersih

Tentang jalan jaksa di malam hari, ternyata beda dengan Legian. Ramai tapi ga berisik musik tarantuntung. Pada sibuk makan…hehehehe… Jumlah rumah makan tidak terlalu banyak. Ada warung makan padang dan beberapa kios dengan menu western. Hanya satu dua yang penuh dengan pengunjung seperti KL, sisanya sepiiii….

One thought on “Nginap Murah Di Tengah Kota Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s