Pantai Pulau Serangan

Semua Pantai Tidak Sama

(Pantai adalah perbatasan antara daratan dan perairan yang dicirikan dengan hamparan pasir)

Setiap pantai boleh saja ada ombak bergelung-gelung atau tenang sama sekali. Hamparan pasir, terumbu karang, atol, kerang-kerang . Tapi bagi saya tiap pantai unik, memiliki ciri khusus, dan sama sekali beda. It has its own scenery.
Kecintaan saya pada pantai tertanam sejak kecil, mungkin karena kunjungan wisata pertama kali adalah pantai dan begitu membekas. Setiap mengunjungi suatu kota yang ada pantainya, saya paksa harus kesana. Ada chemistry tersendiri begitu melihat pantai dengan hamparan pasir, kilau laut tertimpa sinar matahari atau bulan, deburan ombak, sensasi menginjakkan kaki ke pasir kering dan basah. Satu yang tak pernah tertinggal, saya selalu memungut apa saja yang menarik yang saya temukan di pantai. Kerang, karang, ranting pohon, batu. Just to remind, i’ve been here.
Saya begitu terobsesi dengan pengalaman Trinity di Naked Traveler. Betapa banyak pantai yang sudah disinggahi. Kolaborasi cinta, hobi, dan nekadnya benar-benar klop. Jumlah pantai yang saya kunjungi jelas tidak memecahkan rekornya Trinity. Tapi saya setuju dengannya, semua pantai tidak sama.

Pantai Panjang (Bengkulu)
Pantai yang terletak di Bengkulu ini memang panjang. Kalau lihat di peta, punggungnya Bengkulu isinya pantai doang. Setiap spot ada namanya masing-masing tapi yang terkenal memang Pantai Panjang. Bagi saya, pantai panjang sangat misterius. Kadang kalem, jinak, kadang ganas luar biasa. Saat surut, kita bisa menjelajahi karang-karang yang tiba-tiba muncul di permukaan. Berjalan sampai ke tengah. Lihat ikan warna-warni, karang warni-warni, kolam air laut jernih yang lumayan dalam. Begitu pasang, karang benar-benar lenyap. Walau kita coba mencarinya tetap tidak ketemu. Kata nelayan disana, pusaran air laut membuat pasir pantai menutupi karang sehingga tidak bisa terlihat. Bahkan hamparan pasir laut tidak rata. Di bibir pantai bisa sangat dalam, tapi tiba-tiba di tengah bisa lihat nelayan berdiri kelihatan pinggang sampai atas.Wew….
Yang tidak menyenangkan, pantai ini ganas. Meski diperbolehkan berenang, hanya di sisi tertentu dengan radius tertentu. Jangan coba-coba ke tengah. Bahkan di satu sisi, disebut sisi tikungan karena berbelok, amat sangat dilarang berenang. Pusaran air bawah laut bisa menarik ke tengah atau menarik ke dalam pasir. Sudah banyak korban. Waktu kecil saya pernah lihat orang yang menjemput mautnya di sisi ini. Tidak ada yang berani menolong. Ombaknya besar dan kita tidak tahu pusaran airnya. Kecepatan angin laut sangat kencang. Rumah abang yang terletak 300 meter, lantainya bisa basah, lengket, dan masin karena uap air laut. Bahkan jalan pinggir pantai bisa basah terkena ombak (radius 50 m dari bibir pantai). Terakhir kali saya datang, jarak bibir pantai dengan jalan semakin dekat.

Pantai Zakat (Bengkulu)
Masih saudaraan dengan pantai Panjang karena berada pada garis pantai yang sama. Letaknya dekat dengan pemukiman nelayan. Pantainya lebih ramah dan lebih bersih. Tapi tidak tahu sekarang. Sudah lama saya tidak kesana.
Ombak disini tidak sebesar pantai Panjang, jadi masih bisa main-main air. Di pinggir pantai banyak pohon kelapa dan pinus sedangkan bulu babi agak susah ditemui. Bulu babi yang sudah kering asyik dimainkan. Selalu bergerak kesana kemari karena ditiup angin pantai. Asyik deh.

Pantai Teleng Ria (Pacitan)
Penuh perjuangan kalau mau kesana. Perjalanan 3,5 jam dari Solo. Tapi pemandangan sepanjang perjalanan bagus banget. Hutan-hutan lebat, lahan gersang, hutan lagi, lahan gersang lagi…tiba-tiba..di bawah….weeeee….lautttttt. Sampai saat ini saya belum menemukan jawaban, kenapa laut di sisi kiri tiba-tiba berada di sisi kanan. Padahal jalannya lurus-lurus aja.Hmmmm…Pantai Teleng Ria lumayan sepi. Mungkin karena jauh kali ya. Bersih dan asyik buat main air. Ombaknya tidak terlalu besar. Tidak perlu jauh-jauh ke tengah, badan kita sudah kelelep air. Tapi tetep tidak bisa berenang di sini.
Tidak jauh dari pantai ada pasar ikan yang menjual ikan matang (digoreng). Saya paling suka ikan pari. Dijual dalam bentuk potongan-potongan dan digoreng tepung. Rasanya gurih, seperti makan daging ayam tapi dagingnya lebih empuk dan lebih putih.

Pantai Alam Indah (Tegal)
Panas banget. Pengelolaannya sudah lumayan bagus. Ada water park dan monumen di pintu masuk. Dan ada 3 jembatan yang menuju anjungan. Saya pikir laut pantai utara lebih bersahabat dibanding pantai selatan, ternyata tidak juga. Ombaknya tidak besar…kecilllll…. Tapi begitu masuk air langsung…jlebbbbbb….dalam booo… Pantesan dibuat jembatan. Warna air di pinggir pantai coklat butek seperti air kali. Baru kira-kira 100 meter agak biru-biru. Kenapa, saya juga ga ngerti. Saya lebih memilih jalan di jembatan. Tapi saya salah pilih jembatan. Meski terpanjang, banyak papan yang lepas. Jadi parno jalan sampai ujung.
Disana juga ada muara sungai yang diapit susunan batu-batu kali. Saya iseng ke sana karena ada nelayan yang sedang menjaring ikan. Ajak ngobrol si bapak…tiba-tiba ikan di tangannya meluncur bebas ke bawah batu-batu. Ups…. Padahal itu satu-satunya ikan yang ditangkap. Doh, merasa bersalah. Maaf ya pak…terpesona lihat saya ya pak…hehehehe.

Pantai Sanur, Kuta, Nusa Dua, Jembrana (Bali)
Kata orang pantai ini bagus banget banget. Tapi setelah kesana….biasa aja. Mungkin karena terlalu banyak orang, jadi yang dilihat cuman orang orang dan orang. Kalau di siang hingga sore tidak banyak turis asing. Mereka ke pantai di pagi hari atau pergi ke pantai yang tidak banyak wisatwan domestiknya. Iyalah males dipelototin gitu. Secara orang asing ke pantai pakaiannya minimalis gitu. Orang kita mana bisa dikasih tontonan gratis gitu. Saya sempat pergi ke Kuta siang dan malam menjelang tengah malam. Sensasinya beda ternyata. Saya lebih senang suasana malam harinya. Kena banget. Kalau siang hari hiruk pikuk ga jelas. Ga bisa nikmatin, Tapi di malam hari it’s so different. Laut gelap….tiba-tiba muncul kelip-kelip lampu dari pesawat yang take off/landing atau lampu dari kapal-kapal. Suara deburan ombak kerasa banget. Jangan dikira malam hari bisa lihat yang gitu-gitu. Justru saya melihat banyak bule yang duduk sendiri memandang laut ditemani bir botolan. What they thinking ya....So enjoying, so peacefull.
Di pantai ini masih tetap tidak bisa berenang…bisanya kecipak kecipik maen aer.

Pantai Pulau Serangan (Bali)
Lokasinya tidak jauh dari bypass, tapi sedikit sekali penduduk lokal yang tahu Pulau Serangan. Mereka tahunya Pura Sekenan, padahal tuh pura letaknya ya di pulau itu. Miris juga memasuki pulau Serangan. Pulaunya kecil, saking kecilnya mungkin terlupakan pemerintah setempat. Listrik aja baru masuk tahun 1997, itu pun karena Tommy Soeharto punya proyek resort di pulau tersebut. Rencana akan dibuat resort komplit plit disana, sampai-sampai pulau di reklmasi dengan batu kapur dari Ulu Watu. Menurut penduduk setempat,batu-batu di Ulu Watu yang dipangkas untuk buat Garuda Wisnu Kencana dikirim ke Pulau ini. Ada dampak baik sekalligus buruk. Baiknya, infrastruktur mulai dibenahi, penduduk tidak lagi terisolir. Buruknya, alam Serangan jadi rusak dan penyu tidak mau lagi bertelur di Pulau Serangan. Perilaku penduduknya pun mulai berubah.
Untuk mengakses ke pantai, kami harus melewati gerbang BTID (Bali Turtle Island Development). Di pos penjagaan harus meninggalkan KTP!!! Melewati jalan batu kapur, baru bisa lihat pantainya. Waaaaa…bagus banget. Pasirnya kuning emas, berkilau ditimpa sinar matahari (pulau ini juga dijuluki pulau emas). Kalau menjejakkan kaki ke pasir, kaki langsung tenggelam di pasir. Asyik. Airnya tenang, jernih, ga ada ombak. Bisa lihat terumbu karang. Happy-nya….bisa berenang sampai ke tengah. Sayangnya, saya ga bawa swim suit…. On duty trip sih…๐Ÿ˜ฆ

2 thoughts on “Semua Pantai Tidak Sama

  1. Ina

    Saya selalu menyukai pantai.๐Ÿ™‚
    berasa liburan beneran kalau di pantai. Tapi dari pantai-pantai diatas baru pergi ke Pantai Sanur dan Pantai Serangan aja.
    Next kyknya harus ke pantai-pantai berikutnya.

    Salam kenal sesama Ina.๐Ÿ™‚

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s