How Can Eat Like This??!!

(bersyukur tinggal di Indonesia dengan makanan berlimpah dan berempah)

ga berasa....plain aja

Makanan Indonesia sangat berlimpah bumbu. Rasanya nendang banget. Terserah, makanan daerah mana aja rasanya tidak pernah kurang bumbu. Pas di lidah. Dari ujung Sumatera sampai ujung Papua rasanya grease banget.

Dari semua jenis makanan daerah, yang kurang nyangkut di lidah saya cuman makanan Yogya. …hehehehe. Mungkin karena kelamaan tinggal di Pulau berlimpah dan murah cabe jadi agak sulit nerima yang manis-manis. Menurut saya antara Solo dan Yogya, tingkat kemanisannya masih tinggi Yogya. Meski manis-manis teteup sedaaaapppp๐Ÿ˜›.

Beberapa waktu yang lalu saya kesempatan ke Korea. Satu hal yang bikin saya excited disana adalah makanannya. Sangat-sangat bikin pencernaan lancar. Biasanya saya sulit “kebelakang” kalau berada di daerah baru. Kalau nambah beberapa minggu lagi disana berat badan saya bisa turun berkilo-kilo. So slimmmmm…qiqiqiqiqi. Sepertinya ada korelasi positif antara postur tubuh mereka yang ramping dengan asupan makanannya. Tidak tampak tuh yang gemuk-gemuk, kecuali mereka yang sudah lanjut usia. Ukuran pinggangnya saja bisa satu setengah kali ukuran paha saya…hehehe… Jadi mupeng๐Ÿ˜€.

rupa-rupa kimchi

Apa pun jenis masakannya, selalu ada rupa-rupa pilihan kimchi di meja. Mulai dari asinan sawi, timun, kacang, bit, bawang, dan lain-lain yang saya ga tahu namanya. Di Indonesia ibaratnya lalapan kali ya. Sekali coba kimchi, saya langsung memutuskan tidak akan makan ini lagi. Aduh rasanyaโ€ฆkalau ga plain alias tawar-tawar aja, asem-asem ga jelas gitu.ย  Pas di penginapan dan lihat TV lokal, saya baru tahu cara bikin kimchi agak-agak โ€œjorokโ€. Di remas-remas pake tangan, kalau ga diinjek-injek, masukin ke tong, trus difermentasi. Waduhโ€ฆdiinjek-injeknya itu yang bikin males nelen. Tapi tidak semua jenis kimchi diremek-remek begitu. Menurut sejarah, pembuatan kimchi berawal dari kuil-kuil yang dibuat oleh para biksu karena mereka adalah vegetarian dan kimchi awet dikonsumsi selama berbulan-bulan. Lebih lama lebih enak (menurut mereka).

Seperti negara serumpunnya, ikan-ikanan merupakan makanan kegemaran orang Korea. Sebagian besar dimasak jauh dari matang atau mentah sekalian yang diiris tipis-tipis. Yah seperti sushi dengan cocolan kecap asin. Pernah saya melongok ke warung makan di pasar, seperti warteg dengan tenda berpenghangat, didalamnya rupa-rupa ikan dijajar rapi diatas balok-balok es. Begitu ada yang pesan baru diolah. Dan makan tanpa ragu-ragu, lahap bener.

semur daging plus nasi = lahapppp

Hampir semua masakan kurang berasa bumbunya, palingan asin atau asem-asem gimana. Sekali waktu saya disuguhi mi yang saya lupa namanya apa. Sudah membayangkan yang lezat-lezat, ternyata out of expectationโ€ฆ Isinya mi bihun dengan kecambah dikasih udang dua biji dan kuah tawar. Aduh sudah makannya susah, ga ada enak-enaknya pula. Saya baru benar-benar lahap makan dan tambah (berkali-kali) ketika nemu nasi (Indonesia banget!!!) dengan lauk daging yang kalau disini mirip semur plus lalapan selada. Maknyossssโ€ฆ.

Meski makanannya kurang bumbu, saya akui makanan Korea baik untuk kesehatan. Apalagi dipadu dengan teh hijau yang selalu disuguhkan di tempat makan mana pun. Bukan tanpa alas an ada teh hijau, menurut orang lokal teh menjadi penyeimbang asupan makanan dan anti oksidan. Oh, begituuuโ€ฆ. Anyway, meski masakannya kurang cocok, saya tetap penasaran dengan warung-warung pinggir jalan. Ada rupa-rupa bentuk dan warna yang menggoda. Rasa-rasanya kalau belum coba makanan pinggir jalan ga klop perjalanannya. Ngikut kata-katanya Trinityโ€ฆga adventurous!!!

Heheheโ€ฆkapan ya bisa kesana lagi. Kalau kesana harus bawa sambal sachetan deh, biar mantap makannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s