Senja di Delfshaven

“Pegang erat tanganku ya. Jangan sampai lepas. Aku akan membawamu ke tempat dimana matahari sejenak enggan bersinar. 11 ribu kilometer lebih dari sini. Aku tidak tanggung kalau kau lepaskan tanganmu.”

Aku hanya diam menggangguk mendengar kata-katanya. Tak sanggup berkata-kata. Seperti ada kodok yang melompat-lompat dalam perutku. Belum sempat mataku berkedip, tetiba kakiku bergetar. Bukan karena hentakan tangannya. Bukan karena pusaran yang menyedotku. Tapi karena apa yang yang ia katakan nyata di depanku. Tuhan…ini lebih dari indah.

2014-05-14 08.24.55

Pagi hari, 14 Mei 1940, tidak ada yang menyangka akan datangnya serangan dari Luftwaffe (AU Jerman) yang berniat menginvasi Belanda. Jerman memborbardir tanpa ampun dari pagi hingga menjelang senja. Waktu yang sangat singkat untuk meluluhlantakkan Rotterdam (jurus perang kilat Jerman, Blitzkrieg). Seketika, Rotterdam menjadi inferno versi Jerman. Pilihan yang cerdik untuk melumpuhkan Belanda karena Rotterdam adalah pusat dan gerbang pelabuhan internasional. Markas VOC ada disini. Bisa jadi, kehancuran infrastruktur yang parah di Rotterdam menghentikan invasi Belanda ke negara-negara jajahannya termasuk Indonesia. Errrr…..haruskah berterima kasih ke Jerman???

Tidak ada yang berbekas disini sehingga pemerintah secara bertahap membangun fasilitas baru dengan arsitektur yang unik dan menarik. Sebut saja Office of Unilever Bestfoods, Kubiswoningen, Erasmus Bridge, Montevideo, dan macam-macam lainnya. Tunggu…..tidak ada yang tersisa??? Tidak!!! Sisi selatan Rotterdam selamat dari serangan. Inilah Delfshaven masa dulu dan kini. Nyaris tidak ada yang berbeda. Masih dengan jejeran bangunan khas abad 17 yang masih bertahan. Di paling ujung adalah Windmill yang dibangun tahun 1722 dan dibangun kembali tahun 1940. Mungkin di masa itu adalah bangun tertinggi yang terlihat jelas oleh Jerman sehingga jadi sasaran empuk.

Dank Je Raniiii…. :D. Kartu ini, biarpun menimbulkan kesan yellow mellow, aku suka bangeeettt. Suatu saat nanti, temani aku menyusurinya di saat senja ya. Aku janji akan genggam tanganmu selalu :D.

Sources:

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s