Heureka!!! I’ve Found It!!!

“Heureka!!! Heureka!!!”, teriak Archimedes sambil lari-lari jejingkrakan. Padahal dia basah kuyup baru aja keluar dari bak mandi.Ga nyadar apa dia bikin becek lantai. Kan capek eikeh ngepelnya :D. Mana telanjang lagi…eughh (*.*)

Yup, Heureka!! atau dalam bahasa Inggris Eureka!! (katanya) pertama kali diucapkan sama Archimedes. Setelah berhari-hari puyeng tujuh keliling belum menemukan cara untuk membuktikan mahkota King Hieron II of Syracus murni terbuat dari emas atau dioplos sama perak. Archimedes ketemu jawabannya secara tidak sengaja sewaktu berendam di bak mandi dan melihat air yang tumpah. Langsung sadar tuh, Archimedes percaya berat (massa jenis) emas dan perak pasti berbeda. Jadi, dia menampung tumpahan air setelah mencemplungkan emas, perak, dan mahkota. Tentunya bergantian dengan volume air yang sama. Kemudian dibandingkan. Dan ternyata…bahan pembuat mahkota itu oplosan. You’re cheating jeweller!!!. Sepakat deh, kamar mandi tuh memang tempat terhandal untuk mencari inspirasi dan jawaban….hahaha.

Nah, Heureka ini dalam bahasa suomi (Finland) dan dijadikan nama pusat sains. Heureka-The Finnish Science Center. Tujuannya supaya anak-anak tertarik belajar sains dengan metode pembelajaran yang menyenangkan. Mungkin mirip-mirip dengan yang di TMII dan Taman Pintar. Kenapa bisa tahu sih? Karena Marjo mengirimkan saya kartu pos bergambar Heureka ini :D.

#31 From Marjo, Finland

 

Marjo ini baru 15 tahun. Mungkin pernah main ke Heureka trus kepikiran “Beli kartu pos ahhhh buat dikirim ke mba-mba cantik di Indonesia”…hihihi. Siapa tahu si mba jadi semangat meneliti dan menulis seperti Archimedes :D.

2014-04-02 08.27.15

Thanks Marjo for this lovely postcard. I love it, especially the stamp. Isn’t it so unique?? :D

First Greeting From Latvia

Apa yang bikin kamu hepi setelah seharian bad mood di kantor. Macet di jalan gara-gara kampanye. Bisnya penuh. Di saat berjuang untuk tidur di bis ada yang sukses menempelkan kepalanya di bahu lalu ngorok….ugh… Sampai rumah sudah malam. Apanya apa dong? Jeng…jeng…semangkuk gulai pakis dengan potongan lontong empuk!!! Mudah banget disuap dengan makanan….hihihi… Yang bener adalah…kartu pos!!!

Akhirnya setelah nyaris sebulan fakir kartu pos datang juga yang dinanti. Dan yang membuat hati ini berbunga-bunga dengan senyum merekah adalah asalnya….Latvia!! Yeaayyy…kartu pos pertama dari Latvia. Negara di kawasan Laut Baltik ini pernah dikokohkan sebagai destinasi wisata terbaik tahun 2013 menurut Tripadvisor.com. Ibu kotanya, Riga, malah dijadikan situs warisan dunia UNESCO. Mungkin karena banyak banget bangunan tua di sana. Salah satunya Riga Luther’s Evangelical Lutheran Church yang dibangun tahun 1891. Arsitektur bersejarah adalah salah satu wishlist saya di forum Postcrossing. Demennya sama yang jadul-jadul :D.

First postcard from Latvia,  a beautiful Evangelical Lutheran Church (1891)

First postcard from Latvia, a beautiful Evangelical Lutheran Church (1891)

Gimana dengan prangkonya? Ada 2 prangko. Paling suka dengan prangko edisi Ziema Paralympic. Seri lama sih, tahun 2002. Di tahun 2002, memang ada kejuaraan paralimpik di Salt Lake (Utah, USA). Tidak paham juga kenapa Latvia buat prangko seri paralimpik yang venue-nya tidak di negara sendiri. Hipotesis saya *halah hipotesis :D* karena paralimpik bukan kejuaraan nirlaba jadi mereka ikut berpartisipasi dengan jualan prangko :D. Paralimpik sendiri semacam olimpiade yang diikuti oleh teman-teman difabel. Tujuannya bukan buat kompetisi tapi membangkitkan semangat walaupun memiliki keterbatasan fisik. Dan supaya siapa pun tidak memandang sebelah mata. Malahan di official websitenya ada tag “believe yourself”. Kalau diperhatikan di prangkonya itu si atlet tidak jongkok di kaki lho, tapi di alat bantu khusus. Jadi masih bisa ber-skiing ria. Jadi terharu :’).2014-04-02 08.26.40Thanks Viktor for this beautiful postcard and stamp. This is my first postcard from Latvia. You didn’t write much here, but the picture of postcard and the stamp say much more. I’m so grateful. Thank you very much :D

 

Menikmati Bandung Dari Menara Kembar

Lanjut postingan tentang flazz trip ke Bandung ya. Umm…ralat, seputaran alun-alun Bandung…hehehe. Ternyata jalan sendirian itu ada asyik dan ada ga asyiknya juga. Luntang lantung sendirian, ga ada temen ngobrol, ga bisa foto-foto cantik :D, dan dilihatin terus…#ah_perasaan_dek_ina_aja #holang_beken :D. Kalau jalan bareng harus bisa menyesuaikan satu dengan lainnya. Tidak bisa memaksa harus kesana harus kesini.

Lepas dari Gedung Asia Afrika, saya melipir ke Masjid Raya Bandung. Sebenernya waktu dzuhur masih agak lama tapi kaki sudah pegel. Mau istirahat sambil makan-makan juga belum laper. Lihat menara di masjid….*cling cling* ke atas aja yuuuk :D. Ini solusi ampuh buat yang pingin lihat Jawa Barat (ga cuman Bandung) tapi ga punya waktu banyak dan udah pegel banget :D.

Oya, buat kamu yang lagi jalan di Bandung dan bawa bawaan yang lumayan berat dan merepotkan tapi masih pingin jalan-jalan. Bisa deh tasnya dititipkan di masjid :D. Sebenarnya tempat penitipan sandal dan sepatu tetapi mereka tidak keberatan dititipi tas. Mungkin sudah maklum ya, pengunjung masjid rata-rata bawa belanjaan banyak…hehehe. Ada 3 tempat penitipan, di sisi timur (depan pintu masuk utama), sisi selatan (depan Yogya mall), dan sisi utara (depan kantor pos). Karena masuk dari arah utara saya menitipkan tas di sisi utara. Gratissss…tapi tidak ada salahnya masukin lembaran ribuan ke kotak infak sebagai rasa syukur tas kita dijagain dengan baik. Nah, kalau naik kereta api, tas bisa dititipkan di mushola stasiun (sisi utara). Dulu ada loker khusus di sisi selatan. Sayang kemarin sudah tidak ada lagi. Penitipan di mushola juga saya baru tahunya setelah jalan-jalan *tahu gitu kan nitip disini…:(. Sama seperti di masjid raya, ini hanya penitipan sandal/sepatu. Untungnya bapak-bapak penjaga baik-baik. Jangan khawatir, tas dijaga dengan baik dan dikasih nomor. Penjaganya juga pegawai KAI kok karena mereka pakai ID Card KAI :D.

Di antara masjid raya yang pernah saya kunjungi, Masjid Raya Bandung ini yang paling rame. Ramai orang pengajian, ramai orang diskusi, ramai orang leyeh-leyeh, ramai juga yang jualan makanan :D. Tidak di halaman, tidak di teras, penuh sama penjual makanan. Mulai dari mie kocok, pecel, batagor, gorengan, nasi padang pun ada, minuman pun komplit :D. Itu yang mangkal di emperan ya, belum lagi yang mobile. Huwaa….rame!!! Walaupun ramai penjual, teras masjid tetap bersih. Tidak tahu ya yang di halaman/lapangan. Piring makan dialasi daun pisang/kertas makan jadi tidak perlu cuci-cuci piring. Minum pun disediakan dalam wadah sekali buang. Harganya….errrrr…saya tidak tahu karena cuman beli minum air mineral gelas seharga 1000 perak dan tahu sumedang seharga 500/biji…hehehe.

IMG_1467-edited

Sekedar duduk-duduk di teras sambil selonjoran dan lihat tingkah laku kanan kiri yang sebagian besar warga Bandung seru juga. Beneran menghibur. Dari cara penjual memanggil dan melayani, ketahuan deh ramahnya beneran ramah. Walau ada selipan SKSD kayak “Bu hajiiii!!!!…eta saha yak. Oya bu haji Johaaaannnnn, sini buuuu!!!”…hihihi. Terus tidak ada cerita maksa-maksa beli. Lumayan lama saya duduk di antara penjual tanpa berniat beli dan mereka sama sekali tidak menawarkan :D.

IMG_1465-edited

Hari itu sedang ramai pengajian ibu-ibu. Oh my….baru sekali itu saya lihat secara langsung ibu-ibu pengajian dengan model hijab, aksesoris, dan pakaian seperti di tipi-tipi…hahaha Biasanya cuman lihat ibu-ibu pengajian kampung yang modal jarik sama abaya dan jilbab standar aja. Biarpun style beda, semangat ikut pengajiannya itu doooonnggg…acungin jempol banyak-banyak :D.

Masjid Raya Bandung ini punya 2 menara kembar, di sisi utara dan selatan. Tapi kemarin yang dibuka hanya menara sisi selatan. Mau naik??? Buat kamu yang mukanya masih mut-imut kek pelajar, 2000 aja. Yang sudah agak “matang” dan kelewat “matang” 3000 deh. Yang bawa-bawa dan ngaku-ngaku turis (sebenernya agak ga jelas juga yang dimaksud turis inih. :)) 5000 fix ga boleh nawar. Murah kannnn… Mana bisa sesuka hati mau seberapa lama di atas :D. Sayangnya di atas menara tidak ada kafe seperti di MAJT dan bisa muter-muter. Lebih mirip ke gardu pandang . Kalau diisi orang 15 aja sudah berasa sumpek. Untungnya kemarin cuman ada saya dan 2 orang anak sekolahan. Katanya tinggi menara dihitung dari fondasi mencapai 99 meter tapi yang kelihatan di permukaan hanya 81 meter. Kalau tinggi-tinggi bisa mengganggu lalu lintas penerbangan. Dari menara kelihatan lintasan pesawatnya yang kalau ditarik garis lurus sekitar 2 km. Tapi kalau dihitung dari nomor lift ada 19 tingkat. Si Aa penjaga lift bilang tingginya 19 meter…hihihi….ga salah, tergantung dari perspektifnya siapa :D. Di seputaran alun-alun ini hanya ada 2 bangunan tinggi, menara masjid dan gedung BRI.

IMG_1459-edited

Bisa lihat apa aja dari menara….wah…..sepertinya nyaris semua. Berhubung pengetahuan saya tentang Bandung cetek banget, jadinya mepet-mepet si anak sekolahan yang sibuk tebak-tebakan gedung. Dari hasil nguping dan tanya-tanya, bisa kelihatan Gasibu dan Gedung Sate. Di garis horizon bisa lihat deretan pegunungan sisi selatan (kampus dulu dooongg….hahaha) dan sisi utara. Seharusnya kelihatan juga Tangkuban Perahu tapi tidak tahu yang mana :D.

IMG_1455-edited

Yang jelas…..Bandung padat bangettttttt. Rumah, toko, mall, perkantoran mepet-mepet deh. Dan ternyata Bandung tidak seperti Jakarta yang penuh gedung pencakar langit. Dari menara ini, saya belajar peta Bandung radius 1 km….ooo kalau mau kesana , bisa lewat sana sana sana. Jalan kaki ternyata deket aja :D.

collage bandung

Trus, dari atas menara juga kelihatan bagian masjid yang lama dan bagian masjid yang baru. Dulu waktu jaman kuliah belum ada menara dan alun-alun belum dipagari. Sekarang sudah ada penambahan selasar karena ruang utama masjid tidak cukup untuk menampung jemaah. Bagian yang ditambah itu, kalau dari atas ditandai dengan ada lengkungan warna biru. Kalau dari dalam, kalau tidak salah ditandai dengan ruang pengurus masjid.

IMG_1457-edited

Puas di atas dan kebetulan mau masuk waktu dzuhur, turun deh. Ruang wudhu dan toilet lumayan bersih.  Ada penjaga perempuan, yang saya ga habis pikir kok bisa ya makan depan toilet…:D. Dan baru kali ini saya ke masjid dengernya lagu Katty Perry bukan muratal…hihihihi. Dibandingkan masjid agung lain, interior Masjid Raya Bandung ini sangat sangat sederhana. Tidak banyak ornamen. Kecuali mozaik di sisi atas. Mungkin masjid ini lebih diutamakan fungsinya sebagai tempat ibadah apa pun bentuknya dari pada tempat wisata yang cuman dikunjungi sesekali *lirik masjid yang penuh emas-emas :D*

IMG_1472-edited

IMG_1469-edited

IMG_1431-edited

Gerombolan Si Beratthhh

Susah senang…paling asyik dihadapin bareng temen :D. Seperti bapak-bapak di kartu pos ini, biarpun muka coreng moreng tetap dong ya senyum lebarrrrr. Kartu ini saya dapat dari sahabat sejak kuliah. Dua orang sekaligus (eh kenapa sih kirimnya cuman satu??? kan kalian berduaaaaaa…ini kode lhoooo…KODE :D). Yang satu lagi ikut suami, yang satu lagi short course, dan kebetulan mereka lagi jalan bareng. Gambarnya pas banget, jadi ngingetin gerombolan si berat jaman kuliah yang lebih sering bikin rusuh daripada bikin kedamaian di dunia…qiqiqi. Apa pun impian kalian, semoga terwujud yaaaa. Jaga kesehatan. Segera deh diimpor cimol ke Jerman, siap-siap aja buka lapak disana :D. Makasi Aisss…Syaaa…ditunggu kiriman selanjutnya

Eh, jadi si bapak gemuk en kumisan ini mirip Mario Bross ga sih???

sya ais germany

The World Goes to Bandung…Aku jugaaa !!!

Apa yang membuatmu kembali ke bandung??? Kulinernya yang special? Suasananya? Distro, FO, apa pun namanya yang penting puas bela-beli the latest fashion :D? Kenangan manis yang tertinggal disana *euwwwww?? Kalau untuk saya, yang bisa membuat saya kembali ke bandung adalah ditugaskan!! Hahaha…memang ogah rugi banget. Sejak lulus kuliah, baru 3 kali saya kembali ke Bandung. Itu pun setelah 6 tahun hengkang :D. Dan ketiganya diakomodasi pihak lain, hehehe…. Yang pertama bareng rombongan kantor kakak yang rutenya sudah default. Yang kedua ditugaskan kantor dan sempat melipir bertiga sama teman kantor. Dan yang ketiga (semoga bukan yang terakhir :D), minggu lalu. Sebenarnya acara berlangsung di Lembang selama 3 hari. Hari terakhir saya bela-belain pulang naik kereta terakhir, pisah dengan rombongan karena mau jalan-jalan dulu. Sayang, sudah jauh-jauh jadi sekalian dicapekkin :D.

Sebelum berangkat sudah melist tempat-tempat yang akan dikunjungi. Apa daya, ternyata Bandung masih macet ya…hikss…langsung jiper. Bisa-bisa terlambat sampai stasiun. Dan lagiiii….astagadragon…kenapa ini backpack tiba-tiba jadi berat *arggghhhh*?? Kombinasi usia dan jarang olahraga bikin acara hang out agak keluar dari rencana. Ya sudahlah, ikuti kaki sanggupnya melangkah kemana *buang jauh-jauh list destinasi*. Rencananya kemarin mau ke Taman Hutan Raya Juanda di daerah Dago, Museum Geologi (punya kenangan manis disana, jadi pingin balik lagi…ihirrrrr), Museum Pos Indonesia, Palasari, Kantor Pos Besar, dan Museum Asia-Afrika. Lihat-lihat situasi akhirnya jalan di sekitaran stasiun hingga alun-alun aja (bilang aja mau ke Pasar Baru…hehehehe). Saya hanya punya waktu 7 jam sebelum kereta berangkat.

Tetep yaaaa....di Bandung itu, konferensi jadi konperensi!! Pake "P" ceunah....qiqiqi...Untungnya Afrika-nya bener :D

Tetep yaaaa….di Bandung itu, konferensi jadi konperensi!! Pake “P” ceunah….qiqiqi…Untungnya Afrika-nya bener :D

Cerita tentang Museum Asia-Afrika dulu yaaa. Dua tahun yang lalu sempat kesini tapi tidak masuk karena sudah tutup. Sengaja datang pagi-pagi pas jam buka museum, jam 09.00 am. Yang ternyata saya barengan rombongan anak SD *phewwww* Untungnya mereka briefing lumayan lama di ruang konferensi jadi bisa keliling tanpa suara berisik… :D. Apa yang bisa dilihat disini??? Sebenarnya tidak terlalu banyak produk yang dipajang, lebih banyak foto dan poster. Tapiiii….it hides many story behind :). Setidaknya saya lebih memahami arti Konferensi Asia Afrika di sini, dibandingkan dari text book :D. Dari sini saya bisa lihat, ternyata Soekarno sangat visioner, membenci imperialisme, dan menyukai networking dengan negara-negara yang mayoritas senasib sepenanggungan dengan Indonesia. Pidatonya….weiitzzzz…bacanya saja sudah bikin merinding apalagi kalau dengar langsung. Ia memiliki kemampuan mengajak tanpa memaksa. Membuka mata siapa pun yang mendengarkan bahwa apa yang ia katakan itu benar dan nyata. Kalau ingin berubah maka kita harus bergerak. Jika kita tidak bisa berjuang sendirian, ajaklah kawan. Dan ternyata, Indonesia itu berperan besar bagi kemerdekaan negara-negara lain.

Sebelum tahun 50-an hanya sedikit bangsa yang merdeka dan lepas dari kolonialisme. Indonesia, Filipina, Vietnam, Pakistan, Birma, India, Tiongkok, dan Ceylon (ceylon itu dimana ya???). Nah selepas KAA, semakin banyak negara yang merdeka. Sebagian besar di kawasan Afrika. Juga termasuk Malaysia dan Singapura. Hebat ga tuh Indonesia. Sepertinya yang cocok jadi duta (polisi) perdamaian dunia adalah Indonesia karena sudah terbukti dan teruji puluhan tahun. Bukan negara yang sekarang kali ya…hehehehe… Dan lagi, semua ketua komite berasal dari Indonesia. Ada 3 komite saat pertemuan KAA, politik, ekonomi, dan kebudayaan. See….bagaimana kemerdekaan itu dicapai dengan cara-cara damai. Bukan dengan pertumpahan darah. Jepang yang dulu pernah menjajah kita aja ikutan dalam pertemuan perdana KAA. Sudah insyaf :DNegara peserta KAA yang cukup bikin mata zoom in zoom out selain Pakistan adalah Afghanistan dan Ethiopia. Oh my…ternyata kita punya relasi yang sangat lama dengan mereka. Jadi ingat di salah satu bukunya, Agustinus pernah bilang, teh terbaik yang digemari di Afganistan adalah teh dari Indonesia. Dan di sana ada daerah bernama Soekarno meski penduduk sekitar tidak tahu siapa ia. Ah…ternyata mereka sahabat lama kita :).

Saat pertama masuk, kita diminta mengisi buku tamu. Freeeeee….alias gratis. Syukur-syukur kita dipandu dengan petugas yang ramah bangetttt. Saya dipandunya setelah keliling sendirian karena saat itu hanya ada 2 petugas yang lagi on duty. Tidak perlu memberikan tips karena memang dilarang :D. Si ibu yang jaga sempat bengong lihat saya datang sendirian. Hahaha…jadi inget waktu jalan sendirian malam-malam di Kuta. Responnya sama, “Ga takut mba???”. Dengan pede-nya bilang orang Bandung baik-baik jadi ga ada yang perlu dikhawatirkan (kenyataan memang begitu kan yaaa :D). Hasilnya…saya bisa nitip backpack yang berathhh ituhhh di kolong meja :D.

Ruang pertama yang wajib kunjung adalah ruang konferensi. Isinya masih asli, kecuali beberapa ubin yang sudah mengalami pergantian. Kursi-kursinya masih yang sama, masih empuk, dan boleh diduduki :D. Membayangkan, dulu yang duduk di kursi ini delegasi dari negara mana ya :D. Di bagian depan selain bendera-bendera delegasi juga ada gong perdamaian. Bentuk gong ini persis banget dengan yang di Taman Pintar Jogja. Ruang konferensi terbagi dua lantai. Lantai pertama khusus delegasi dan lantai kedua khusus wartawan. Sayang tidak diijinkan naik ke lantai 2.

Ruang konferensi, bayangim mereka dulu duduk di sini dan membicarakan tentang perdamaian dunia :D

Ruang konferensi, bayangim mereka dulu duduk di sini dan membicarakan tentang perdamaian dunia :D

Kursi milik MPRS....masih inget ga sapa MPRS :D

Kursi milik MPRS….masih inget ga sapa MPRS :D

Dari ruang konferensi bisa pilih mau keluar masuk ruangan di gedung atau langsung ke ruang pamer tetap. Gedung KAA ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jabar (sisi barat) dan Kementerian Luar Negeri (sisi timur). Selain ada pameran tetap tentang KAA juga ada pameran tematik, tergantung siapa penyelenggaranya. Saat saya datang kemarin tidak ada pameran tematik.

IMG_1401 edited

Indonesia di tengah-tengah nasib bangsa lain :D

IMG_1343-edited

Sebagian besar kemerdakaan negara-negara di Afrika karena peran Indonesia :D

IMG_1356-edited

Default-nya museum di Indonesia, pasti deh ada furniturenya :D

IMG_1384-edited

Yeayyyy….wilujeng sumpinnnggg…mangga mangga :D

IMG_1379-edited

Sebagian besar eksebisinya berupa foto dan poster. Di ujung kanan ituuuu…alat cetak foto. Ga kebayang gimana dulu cetaknya

Ada sisi yang menarik juga lho dari perhelatan KAA tahun 1955 itu. Sebagian besar gedung di sekitar gedung KAA turut andil, mulai dari hotel Preanger yang sekarang masih beroperasi sampai Hotel Swarha yang sekarang sudah spooky banget. Menjelang acara ternyata ada delegasi yang mengalami kecelakaan. Pesawatnya jatuh di Kepulauan Natuna, so sad:(. Yang unik lagi, sebagian besar negara-negara yang muncul saat KAA tidak pernah kedengaran lagi. Ada yang pernah dengar negara Tuvalu?? Dimana coba tuh negara. Mana benderanya aneh-aneh warna dan motifnya. Sempat diceritain, sebelumnya foto Soekarno tidak ada di gedung ini padahal beliaulah pencetus ide konferensi. Baru dipasang setelah ditegur Nelson Mandela…qiqiqi

Hotel Swarha yang udah spooky...sayang banget

Hotel Swarha yang udah spooky…sayang banget

IMG_1393-edited

Toiletnyaaaa….masih seperti yang dulu…errr…kecuali ubinnya :D

Dannnn….pemandu saya kali ini adalah Pak Kudrat, pegawai Kemenlu yang ternyata orang Banyumasan. Jadilah dia ber-Jawa ria dan saya ber-Indonesia ria :D.

IMG_1416-edited

Pak Kudrat…maturnuwun ya paaakkk