Wonderful Indonesia: Jejak-jejak Tak Kasat Mata di Raja Ampat

Jangan tanya, sudah berapa puluh gambar foto Raja Ampat yang sudah saya lihat. Banyak!!! Termasuk foto-foto indah yang terpampang di website official indonesia.travel. Bahkan, saya sudah berkali-kali melayangkan kartu pos bergambar Raja Ampat ke teman-teman Postcrosser di berbagai belahan bumi. Berkoar-koar betapa indahnya Raja Ampat. Padahal, kesana saja belum pernah :D. Tapi, saya merasa wajib mengabarkan tentang Raja Ampat pada mereka. Tentang Raja Ampat layaknya rumah bagi 75% spesies karang di dunia. Permukaan bawah laut Raja Ampat ditutupi oleh karang yang sehat. Sama sekali tidak mengalami bleaching. Karang yang sehat menjadi surga bagi jutaan plankton dan ikan kecil di piramida terbawah rantai makanan. Laut yang sehat bisa dilihat dari kesehatan terumbu karangnya. Menurut artikel tentang eksplorasi laut yang pernah saya baca, keanekaragaman spesies laut dan kuantitasnya bisa diidentifikasi dari terumbu karangnya. Jika menyelam di Selat Dampier -selat antara Waigeo, Batanta, dan bird’s head Papua- kita nyaris tidak bisa melihat pasir laut karena tertutup karang hingga 90%! Seperti melihat lantai yang tertutup karpet tetapi karpetnya berupa karang warna-warni dengan beragam bentuk, formasi, dan kontur. Dunia bawah laut Raja Ampat begitu menakjubkan tidak hanya bagi penghuni laut tapi juga manusia :).

IMG_6978

Gugusan Raja Ampata. Pic taken from indonesia.travel

Berapa luas wilayah Raja Ampat? Oh, tolong, Raja Ampat tidak bisa dihitung dari luasnya karena unit ini tidak cocok untuk kawasan ini. Menurut Indonesia.travel, luasnya mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut. Nah, ini seperti luas gedung bertingkat. Kita bisa menikmati permukaan daratannya berupa kepulauan. Kita juga bisa menikmati permukaan bawah lautnya dengan tingkat kedalaman yang berbeda-beda. Apa yang akan kita temui di tiap tingkatan pasti berbeda keindahannya. Seru kan!! Banyak yang bilang dunia bawah laut Raja Ampat begitu menakjubkan. Disini, ada lebih dari 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, dan 700 jenis moluska, yang bisa kita temui di tiap tingkatan kedalaman. Manta Rays, barakuda, kuda laut jenis pygmy, goatfish, dan hiu menghuni lautan Raja Ampat. Yang lebih memukau, menurut studi Dr Mark Erdmann, Raja Ampat merupakan wilayah endemic bagi 35 spesies ikan karang, 40 spesie karan, dan 8 spesies udang mantis. Spesies khas Raja Ampat yang kemungkinan akan sulit ditemui di wilayah laut lain diantaranya Papuan Garden Eel, Epaulette shark, kuda laut Pygmy, Black Manta, Bumphead Parrotfish, dan yan terkenal Wobbegong. Continue reading

Cinta, Api, dan Kera Yang Kalem

Mari kita sebut hari itu adalah hari keberuntungan saya, my serendipity day :D. Setelah menelan ludah karena lungsum harian tidak bisa dicairkan hari itu (dan harus menunggu seminggu lagi). Serta janji bertemu narasumber pagi hari harus dijadwal ulang jadi siang hari (dan harus berpanas ria, utara selatan, bolak balik). Ketika sudah tepat waktu, ternyata harus menunggu lagi selama berjam-jam. Kali ini saya pilih menunggu di lobi sambil terkantuk-kantuk. Dan bingung harus menginap dimana karena ada kejadian tak terelakkan di kos sepupu. Seorang kawan lama menawarkan…

“Nginap di hotel sama aku. Kita hang out ampe malem ya”

Ah, tidak perlu berpikir dua kali. Yup!!! Tak berapa lama kemudian, ia mengajak nonton pertunjukan epik Ramayana di Open Theatre Prambanan. Serius??? Segelas susu karamel porsi gajah yang saya pesan di Kalimilk langsung tandas tatkala menerima tawarannya :D. Ini kali kedua saya ke Prambanan bersama seorang kawan lama. Ah, cinta tidak selalu dengan pasangan kan ya. Cinta bisa dibagi dengan seorang dan atau beberapa kawan ;).

Lepas magrib, kami segera meluncur ke barat. Menuju teater terbuka Prambanan. Sebelumnya kami reservasi dulu melalui sebuah nomor telepon pengelola untuk memastikan ada tidaknya pertunjukan hari itu dan kursi yang tersedia. Ternyata yang tersisa hanya kursi kelas I, special, dan VIP. Sempat terpikir, turis mana yang menyerbu Prambanan. Secara, nyaris tidak mungkin wisatawan lokal mau melihat pertunjukan ini. Pertunjukan lokal dan tarif yang lumayan mahal untuk turis lokal bukan kombinasi yang menarik kan ya. Walaupun sebenarnya tarif ini cukup worth it :D. Atau, jangan-jangan ada invasi besar-besaran para bule ke Prambanan??? Ah….itu bisa jadi selingan mata yang menyenangkan :D.

Sampai di lokasi, ternyata sudah ramai oleh…..rombongan anak sekolah!!! Hahahaha…baiklah kali ini selingannya anak-anak SMP. Sayap kiri dan kanan yang notabene adalah kursi kelas II dan kursi student sudah dipenuhi rombongan yang super berisik. Untungnya pilih kursi kelas I karena posisinya di sudut. Jadi bisa melihat pertunjukan dari sudut pandang yang bagus. Tepat jam 20.00 lampu dipadamkan. Dan dengan segera teater sunyi senyap. Tapi, hanya beberapa saat. Rombongan kedua yang menempati kursi VIP dan spesial di samping kami mulai berdatangan tepat MC membuka acara. Kali ini bukan rombongan anak sekolahan tapi….rombongan bule. Hahahaha…..thanks God for this lucky day :D.

Bagaimana ceritanya tidak perlu diceritakan ya. Standar cerita Ramayana. Walaupun ada beberapa bagian yang saya luput dan baru tahu ketika melihat pertunjukan. Ternyata Sita bisa diculik karena iseng minta kijang (suruhan Rahwana). Mungkin dia pikir kijang ini bisa serupa mahar. Padahal dia bisa saja minta keliling dunia 80 hari atau pesiar di gugusan Wayag Raja Ampat. Relatif mudah dikabulkan Rama. Katanya, mahar itu yang memudahkan tho ya. Walah, malah ngelantur. Kijang yang super gesit ini susah sekali dipanah. Demi istri, akhirnya dikejar Rama entah sampai mana. Sita yang tinggal sendirian tanpa pengawalan mudah sekali diculik. Fragmen ini langsung dikomentari kawan, Makanya….jadi istri jangan minta yang macem-macem!!! Bikin perkara aja. Ngakak saya dengarnya.

IMG_2721_EDITDrama ini dibawakan dengan….sangat lambat. Kalau bukan karena penasaran mungkin saya sudah tertidur seperti seorang gadis di depan saya. Suara anak-anak SMP yang awalnya hilang kembali muncul. Tampaknya mereka juga bosan. Penari membawakan drama dengan sangat halus dan lambat, khas tari Solo-Jogja. Sungguh saya tidak bisa membedakan gerakan prajurit Rama, prajuritnya Rahwana, dan kera-kera. Semuanya sama!! Baru kali ini saya lihat kera yang super kalem. Tidak pethakilan  :D. Untungnya rombongan kera ini dimainkan oleh anak usia SD yang sepertinya tidak peduli mereka sedang dipanggung dan dilihat ratusan orang. Ada yang lihat kesana kemari, ngobrol, bahkan ngupil….hahahaha. Setidaknya, soul kera masih muncul. Kata kawan yang pernah menonton pertunjukan serupa di Uluwatu, gerakan di Bali lebih dinamis dan rancak. Yeah, pakem tari tidap daerah bisa berbeda. Saya membayangkan ini dibawakan penari jaipongan. Ah tentu heboh ;).

Kebosanan saya hampir memuncak tatkala beberapa kera membawa api dalam wadah berbentuk kotak. Mereka mau ngapain??

IMG_2726_EDIT

Oke, si Hanoman loncat ke bara api. Bolak-balik. Lari menaiki tangga sambil bawa obor. Dannn….

IMG_2729_EDIT

Dua buah bangunan beratap daun kelapa kering langsung dibakar. Seketika bangku yang semula dingin langsung terasa panas. Kerennnn. Ini bagian paling epik, seru, dan paling banyak mendapat sambutan penonton. Dalam kisah Ramayana, Hanoman membakar istana Rahwana hingga habis dan prajuritnya lari pontang panting. Dan api pula yang membuktikan cinta serta kesucian Sita dihadapan Rama. Bagian lain yang baru saya ketahui setelah menonton pertunjukkan ini ada di bagian akhir. Ternyata tidak semua prajurit Rahwana jahat. Ada juga yang berhati tulus. Siapa??? Lihat saja ;) (padahal lupa namanya :P).

Di akhir acara, MC membolehkan penonton foto bersama dengan para penari. Dari jauh Rama itu ganteng banget (yang sayangnya sudah tua :D). Tapi, saya sama sekali ga pingin berfoto sama dia. Target saya ada di atas yang sayangnya diapit banyak bidadari. Saya kalah saing, akhirnya foto bersama…

IMG_2732edit

Usil, lincah, nakal, tukang bakar, dan bau kethek…hahaha

Hanoman dan Rahwana adalah duo penampil favorit saya malam itu. Makasi banyak my lovely friend, Cendrawasih. You really made my day :D. Kapan kita jalan bareng lagi??

IMG_2733edit

 

Bakal Ngoss-ngossan di Badshahi Mosque

Suatu siang yang terik, Raja Aurangzeb galau tak terperi. Besok KPU akan mengumumkan presiden RI ke-7. Firasatnya mengatakan, kekaisarannya akan segera berakhir. Firasatnya kuat banget, sekuat firasat Raissa yang juga galau ini firasat tanda bahaya atau rindu doang #eaaa. Sebelum kekaisarannya berakhir, yang berarti habislah masa kejayaan Dinasti Mughal. DInasti yang sudah memerintah Afghanistan hingga India dari abad 15. Raja Aurangzeb mendapat ilham…hmmm, aku harus buat monumen terakhir bangsa Mughal, sekeren dan sefenomenal Taj Mahal yang dibangun bokap, Kaisar Shah Jahan. Harus!!!!. Dan….taraaaaaaaa

IMG_3056

 

Inilah Badshahi Mosque, peninggalan sejarah bangsa Mughal selain Taj Mahal di India. Badshai Mosque terletak di Lahore, Pakistan, masjid nomor 5 terbesar di dunia. Kalau dilihat dari googlemap, bangunan masjidnya tidak terlalu besar tapi halamannya…..ondeee…langsung cidera lagi si Neymar main bola disini. Ibaratnya mau shalat subuh, kita baru di pintu gerbang ketika muazin iqomah. Begitu sampai ruang utama, udah bubaran yang shalat…hiks

Hossss...hossss...jauh bingit dari gerbang...

Hossss…hossss…jauh bingit dari gerbang…

Badshahi Mosque bisa jadi satu-satunya masjid yang menjadi saksi bisu perebutan kekuasaan di Asia Tengah. Lepas dari Raja Aurangzeb, Badshahi Mosque jatuh ke kekuasaan Sikh yang langsung dijadikan barak militer. Halamannya jadi kandang kuda, gudang senjata, hingga pengadilan. Fungsinya sebagai tempat ibadah mungkin tidak berlaku lagi sampaiiiiii….Inggris menaklukkan Sikh. Awalnya Inggris masih menjadikan Badshahi Mosque sebagai barak militer. Setidaknya Inggris masih peka dengan ketidaksukaan umat muslim Pakistan yang memfungsikan masjid gimana seharusnya. Kemudian Inggris merestorasi di tahun 1852 dan perbaikan besar-besaran di tahun 1939 sehingga bisa digunakan lagi untuk ibadah. Alhamdulillaaaaah….:D. Psss…di masjid ini juga ada musium kecil tempat menyimpan benda-benda peninggalan Rasulullah SAW dan putrinya, Fatimah Az Zahra.

Kartu pos ini lagi-lagi…hadiah dari Salman (Pakistan). Awalanya rikwes ngajak swap…eeee…sampai kartu pos sudah di tangan tidak juga si Salman ini ngasih alamat. Gimana bisa mau kirim balik (-___-)!. Ya sudahlah.

Thank you very much Salman for beautiful postcard. You took me to the 16th century…goshhh…it was unforgettable yet tired journey. But I’m happy :D. I always remember your invitation to Pakistan. Someday! I’m sure! :D

 

 

 

Salah Paham Ber-Swapping?? Wolesss ajaa…

Misunderstanding dalam ber-postcrossing itu sering banget kejadian ya. Apalagi kalau tingkat swapping kamu dalam kondisi tinggi. Swapping apaan sih? Jadi, selain kirim-terima kartu pos lewat official resmi, kita bisa kirim-terima lewat pertukaran pribadi. Bahasa kerennya swapping. Tidak tahu juga kenapa istilahnya swapping, bukan barter. Memangnya bisa? Bisaaaa!!! Bisa bangeeet!!! Lewat mana? Ya terserah, mau lewat jalan tol apa lewat jalan biasa juga bisa tapi macet apalagi pas jam pulang kantor *lah (‘_______’). Becandaaaa :D. Kita bisa swapping lewat official resmi dengan mengirimkan pesan pribadi ke orang yang jadi target. Dengan catatannnnn, si target mencantumkan “Yes” untuk swap-swap-an di profil mereka. Cara ini cenderung ribet. Terbukti saya belum sukses disini. Lirik pasrah ke mas-mas India cakep yang punya kartu pos otentik ala National Geographic yang keren-keren (~__~)!. Cara yang paling mudah dan terbukti sukses diantaranya lewat grup Postcrossing di Facebook yang jumlahnya lumayan banyak atau lewat Instagram. Tingal kirim private atau direct message ke mereka, nega-nego, kirim, terima, beres!!!

Nah, problem baru muncul kalau kita tidak rajin mencatat dengan siapa kita swapping. Kapan kirimnya. Kemana tujuannya. Dan gambar kartu pos yang kita tawarkan atau minta. Awalnya rajin dicatat. Lantas kemudian akhirnya……saya puyeng sendiri. Ini sudah dikirim belum sih. Kayaknya udah. Tapi kalau udah kok ga ada kabar beritanya. Sudah ditanya tapi bilangnya belum nyampe. Padahal sudah lewat sebulan. Yang berujung saya kirim lagi karena ga enak sama partner apalagi kalau saya sudah terima kartu dari mereka. Dannnn…ternyata itu cuman salah paham karena mereka lupa atau saya-nya yang o’on :D. Selain emang tuh kartu pos nyasar entah kemana.

Beberapa waktu lalu swap via IG dengan postcrosser asal Dubai. Saya terima kartu pos duluan. Cek-cek, ternyata dia belum terima kartu dari saya. Ok, baiklah kirim lagi dan ngabarin. Dia bilang “It’s ok, don’t worry”. Sehari kemudian, dia ngabarin “Jeung…maaaffffff…ternyata kartunya udah ketrima kemarin-kemarin. Ni ga ada id IG dan aku lupa kemarin minta kartu apa…huehue….maaf yaaa”. Bagussssss. Nyesel ga kirim lagi?? GAAA!!! Hahaha….songong banget yak!! :D. Karena misinya mau sharing, jadi ga nyesel kirim lagi atau kirim postcard gift. Dan kebaikan hati saya…tsaaahhh…dibalas dengan kartu pos cantik beraroma wangi…hmmmm.

Cakep ya masjidnya :)? NGGAAA??? Iya juga sih, ga keliahatan bentuknya gimana, ketutupan gerbang :D

Cakep ya masjidnya :)? NGGAAA??? Iya juga sih, ga keliahatan bentuknya gimana, ketutupan gerbang :D

Ini Sheikh Zayed Grand Mosque yang emang GRAND-nya parah banget. Menurut Wikipedia, SZGM ini nomor 14 masjid terbesar dilihat dari jumlah kapasitas dan luasnya. Bisa nampung 40.000 lebih jamaah!! Yaaa…masih kalah dengan Masjid Istiqlal (120.000 jamaah) dan Masjid Agung Surabaya (59.000 jamaah) :D. Ah…ternyata Dubai ga lebay-lebay amat yak :D. Berapa luas, siapa arsiteknya, dan info-info sejenis langsung aja gugling atau meluncur ke website resmi SZGM. Ummm….di websitenya ada informasi tur juga. Boleh nih kapan-kapan *halah :D.

Kata Khawla, pengirim yang baik hati, luarnya sih biasa-biasa aja. Agak mirip masjid Badsahi di Pakistan…eerrr….sepertinya punya kartu pos ini deh. Tapi dalamnya doonnggg….mwewwaaahhhhhh!!! Bertaburan kristal swarovski. Yang paling menarik dan mungkin belum ada di masjid lain, masjid ini dilengkapi dengan tata pencahayaan yang mengikuti fase bulan. Jadi, ada cahaya khusus yang diproyeksikan ke dinding masjid sehingga mendapatkan cahaya terang dan gelap sesuai fase bulan. Kebayang kan gimana kalau pas bulan purnama, pasti cantik banget :). Kalau masuk ke web resmi mereka, langsung kelihatan lightning mengikuti fase bulan ini.

Anyway, thank you very much Khawla (@k4kookiez) for the beautiful postcard. Sometimes, we need misunderstanding to be closer ;).

Kalau mau lihat cantiknya SZGM, lihat deh disini.…atau datang langsung dan ajak-ajak yaa…mhaahahaha

 

 

Menyesap Hitam Pekat Kopi Gianyar

Hari menjelang siang ketika mobil kami berbelok ke sebuah halaman tak berbangunan. Dimana ini? “Kita ngopi-ngopi sebentar ya Saya belum ngopi tadi pagi”. Senyum manis bli Tude , supir mobil sewaan sekaligus guide dadakan, menjawab kegusaran kami. Pagi, sebelum bergerak, kami sudah wanti-wanti untuk dibawa keliling ke daerah utara. Tempat eksotik yang jarang dikunjungi wisatawan lokal dan gratis!!! Hahaha….nasib jadi traveller kere yang cuman sanggup sewa kendaraan dan makan ala kadarnya. IMG_2168-edited Menurut Aeki-Aice.org, kopi pertam kali masuk ke Indonesia di tahun 1696 oleh Komandan Adrian van Ommen dari Malabar-India. Jenis kopi yang dikembangkan saat itu adalah kopi Arabika dan ditanam di Pondok Kopi-Jakarta Timur. Sayangnya, Pondok Kopi dilanda banjir yang menyebabkan tidak hanya gagal panen tapi…gagal total!! Mati semua. Akhirnya didatangkan lagi bibit kopi di tahun 1699 dan disebarkan ke Jawa Barat, Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Timor. Ternyata, di daerah ini bibit kopi tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang melonjak. Sehingga, di tahun 1711, Indonesia melalui VOC melakukan ekspor kopi pertamanya. Saat ini, jenis kopi yang dibudidayakan di Indonesia adalah jenis Arabika dan Robusta. Kopi Gayo, Mandailing, Sidikalang, Toraja, dan Kintamani adalah sebagian kopi Indonesia yang terkenal…..mahal :D. Saya bukan penggemar fanatik kopi. Tapi, tidak pernah menolak suguhan kopi panas, yang hitam pekat dan berampas, atau yang telah dipermanis dengan krimer dan segala rupa rasa-rasa :D. Favorit saya tetap….kopi hitam dengan ampas. Rasanya nikmat tatkala bibir dan lidah bersentuhan dengan sensasi pahit dan manis kopi hitam. Tetiba langsung bersemangat :D. Tambah semangat jika disuguhkan 12 gelas aneka rasa kopi dan minuman lainnya. Gratis!!! Hah??? Yang bener???? IMG_2198-edited Di sepanjang jalan menuju Danau Batur atau jalan antara Tampaksiring-Kintamani banyak bermunculan agrowisata dengan kopi sebagai andalannya. Salah satunya adalah Satria Agrowisata. Agrowisata ini memberikan informasi yang menarik tentang kopi dan minuman khas Bali yang berkhasiat bagi tubuh. Informasi ini disajikan secara interaktif, langsung cicip di tempat :D. Lokasinya tidak terlihat dari jalan besar. Kita perlu melewati kebun kecil dengan beragam tanaman bahan baku minuman dan kandang luwak. Sebelum duduk manis menikmati indahnya suasana desa dan aroma kopi, pengunjung bisa melihat aneka biji kopi di sebuah gubuk kecil. Disini kita bisa belajar jenis-jenis kopi dilihat dari ukuran dan warnanya yang berbeda-beda. Saya pikir, kemana pergi biji kopi ya begitu-begitu aja…hahaha….ternyata warnanya bisa beda-beda. Di gubuk ini, bisa dilihat juga proses roasting yang masih sederhana. Kopi dipanggang dalam wajan tembikar di atas bara dari kayu. Kalau melihat hasilnya, dipanggang sampai tingkat kematangan “dark roast”. Hitam pekat. IMG_2173-edited IMG_2176-edited Dari gubuk kecil, lanjut ke gubuk kecil lainnya :D. Nah, di sini sudah disiapkan 12 gelas minuman olahan produksi Satria Agrowisata. Sebenarnya ini tester untuk memperkenalkan produk mereka. Setelah minum kepingin beli, merea seneng dong ya :D. Kalau tidak beli juga rapopo :D. Ada apa aja? Lihat langsung deh. IMG_2187-editedSilahkan dicicipi kopi moka, kopi gingseng, kopi kelapa, kopi vanilla, bali cocoa/coklat, kopi bali, sari manggis, lemon grass tea, rice tea, rossela tea, apa lagi ya….lupa…hahaha. Yang jelas enak-enak. Saya paling suka kopi Bali, rice tea, dan bali cocoa. Bali cocoa rasanya persis dengan choco drink-nya Cadburry :D. Ada lagi yang spesial….kopi luwak. Dari yang penampilannya bikin jijay…. IMG_2166-edited Jadi segelas kenikmatan tiada tara…..hahahaha

IMG_2195-edited

Lihat….busa kopinya masih ada, pinter yang buat :D

Jadi, Satria Agrowisata juga menyediakan Kopi Luwak produksi sendiri yang sudah diekspor ke Russia. Di flyer mereka, pilihan bahasanya hanya 2, Indonesia dan Russia…hahaha. Kalau yang lain gratis, kopi luwak ini tidak gratis. Secangkir 50.000. Termasuk murah dibandingkan kalau sudah masuk ke kafe-kafe. Dan ternyata…..menikmati kopi tanpa gula lebih nikmat. Beneran :P. Jadi ya, kopi luwak ini saya cicipi dengan 2 metode. Dengan gula dan tanpa gula. Sungguh lebih nikmat tanpa gula. Rasanya lebih asam dibanding kopi biasa tapi lebih ringan. Dan sama sekali tidak meninggalkan rasa perih di lambung.  Menurut guide dari Satria, kandungan kafein di kopi luwak lebih sedikit dibanding kopi biasa. Dan menikmati kopi tanpa gula jauh lebih sehat dibanding dengan gula. Selepas dari sini, kalau buat kopi, takaran gulanya selalu saya kurangi. Beneran enak. Mmmmm…tapi tidak berlaku untuk JJ Royal Coffee…masih berasa pahitnya :D.

Jadi, ngopi-ngopi yuk sambil ngobrol-ngobrol :D